Suara.com - Persiwa Wamena akhirnya kembali mendapatkan tiket promosi ke Indonesia Super League (ISL) musim 2015. Persiwa meraih tiket setelah memastikan maju ke babak final kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2014.
Persiwa ke partai puncak Divisi Utama usai mengalahkan Martapura FC dengan skor tipis 1-0 pada semifinal di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Senin malam, lewat gol tunggal dari Fransiskus Mumpo pada menit ke-25.
Pada laga final yang digelar Kamis (27/11), Eduard Ivak Dalam dan kawan-kawan akan bertemu Pusamania Borneo FC, yang pada laga sebelumnya menundukkan PSGC Ciamis melalui drama adu penalti yang berkesudahan 3-1.
Baik Persiwa maupun PSGC Ciamis lolos ke babak empat besar Divisi Utama Liga Indonesia dengan status sebagai tim pengganti, setelah PSS Sleman dan PSIS Semarang didiskualifikasi oleh Komisi Disiplin PSSI karena terlibat kasus "sepak bola gajah".
Persiwa terdegradasi ke Divisi Utama pada akhir musim kompetisi ISL 2013 dan mereka hanya membutuhkan satu musim untuk kembali ke kompetisi strata tertinggi di Tanah Air tersebut.
"Kami sangat bersyukur bisa lolos ke final dan kembali ke ISL. Sejak awal, kami juga tidak terlalu yakin bisa lolos, mengingat persiapan menghadapi babak empat besar yang sangat minim," kata pelatih Persiwa Wamena, Mahmud Diana, usai pertandingan.
Menurut ia, timnya sempat tidak menjalani latihan hampir selama satu bulan dan baru kembali berlatih setelah Komdis PSSI memutuskan Persiwa tampil di babak empat besar bersama PSGC Ciamis, menggantikan PSS Sleman dan PSIS Semarang.
"Bisa dibilang kondisi fisik pemain baru kembali sekitar 60 persen, karena persiapan hanya seminggu," tambah Mahmud Diana.
Kapten tim Persiwa Wamena Eduard Ivak Dalam juga mengaku tidak menyangka timnya bisa mengimbangi permainan Martapura FC selama 90 menit, bahkan meraih kemenangan.
"Ini sebuah mukjizat dari Tuhan. Saya salut dengan semangat juang teman-teman dan tidak tahu mereka dapat tenaga ekstra darimana bisa main penuh selama 90 menit," kata mantan pemain Persipura Jayapura itu.
Sementara itu, pelatih tim Martapura FC Frans Sinatra mengatakan anak-anak asuhnya telah bermain secara maksimal, tetapi gagal memanfaatkan sejumlah peluang untuk mencetak gol.
"Anak-anak sudah mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik, tetapi hasil akhir tidak berpihak kepada kami. Selamat buat Persiwa yang lolos ke final dan ISL musim depan," kata mantan pemain nasional itu. (Antara)
Berita Terkait
-
Borneo FC Lewati Rekor Unbeaten Persib, tapi Catatannya Masih Kalah dari Tim Legendaris Ini
-
Kisah Persiwa Wamena, Si Jago Kandang hingga Raih Runner-up ISL 2008
-
Pilu Agus Setiawan Eks Gelandang PSS Sleman Hampir Bunuh Diri, Depresi Jadi "Korban" Sepakbola Gajah Kontra PSIS
-
Sejarah Sepak Bola Indonesia: Era Penjajahan, Prestasi, Konfilik ISL-LPI Hingga Disanksi FIFA
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Lamine Yamal Raih Penghargaan Pemain Terbaik Liga Spanyol 2025/2026
-
Tottenham Resmi Rekrut Andy Robertson, De Zerbi Kegirangan
-
Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Menang Lagi saat Lawan Mozambik
-
Bali United Lepas Yusuf Meilana, Kembalikan ke Persik Kediri
-
Tepis Penalti, Emil Audero Ungkap Kunci Permainan Solid Lawan Oman
-
John Herdman Minta Timnas Indonesia Tak Jumawa usai Kalahkan Oman 3-0
-
Pelatih Oman Kena 'Prank' Timnas Indonesia, Peringkat Tidak Sesuai Kualitas
-
Penantian Panjang, Timnas Indonesia Butuh Waktu 38 Tahun untuk Kembali Kalahkan Oman
-
Hasil Timnas Indonesia vs Oman: Garuda Menang Telak!
-
Sesi Potret Erling Haaland Jelang Piala Dunia 2026 Panen Kritik Dianggap Fasis dan Neo Nazi