Suara.com - Hari ini, 35 tahun yang lalu, Timothy Filiga Cahill lahir di Sidney, Australia. Tim Cahill, demikian dia akrab disapa, adalah pemain tim nasional Australia yang saat ini merumput di Major League Soccer (MLS) bersama klub New York Red Bulls.
Gaung Australia di dunia sepak bola boleh dibilang tak terlalu nyaring terdengar. Namun, jangan disangka jika benua bekas tempat pembuangan kriminal Inggris itu tak pernah melahirkan jawara lapangan hijau. Salah satunya adalah Tim Cahill, gelandang andalan timnas Australia yang kini berstatus sebagai pencetak gol terbanyak the Socceroos.
Cahill, adalah salah satu aktor era kebangkitan sepak bola Australia di kancah dunia. Cahill punya andil dalam keberhasilan tim benua kangguru kembali menembus putaran final Piala Dunia 2006 di Jerman setelah selalu absen sejak tahun 1974. Yang membanggakan, Cahill adalah orang Australia pertama yang mencetak gol di putaran final Piala Dunia. Gol itu tercipta lewat kaki Cahill ke gawang Jepang pada Piala Dunia 2006. Gol bersejarah itu ditorehkannya di menit 84 setelah masuk ke lapangan menggantikan Bresciano di menit 52.
Soal jadi yang pertama, Cahill tak hanya melakukannya di Piala Dunia. Pada tahun 2007, Cahill jadi orang Australia pertama yang mencetak gol di ajang Piala Asia. Sepanjang kariernya di timnas, Cahill telah memainkan 76 laga dan mengantongi 36 gol, terbanyak di antara pemain Australia lainnya.
Pemain bertinggi badan 178 sentimeter ini terkenal tajam di depan gawang lawan. Ia disebut-sebut memiliki skill heading di atas rata-rata berkat kemampuannya melakukan lompatan tinggi. Tak heran, gol yang dicetak dengan kepala 'bertuah'-nya cukup punya porsi banyak di daftar raihan golnya.
Bakat olah bola bocah yang lahir dari ayah keturunan Irlandia dan ibu orang Samoa ini sudah terlihat sejak kecil. Namun, karier profesionalnya baru dimulai pada 1997 ketika Cahill memutuskan hijrah ke Inggris untuk bermain bersama Millwall, sebuah klub strata dua Liga Inggris. Tampil cukup menonjol di Millwall, Cahill dipinang Everton. 226 kali membela klub asal Liverpool itu, Cahill sukses menyarangkan 56 gol dan sekali membawanya ke final Piala FA.
Delapan tahun bersama The Toffees, Cahill memutuskan pindah benua. Amerika tujuannya. Bersama New York Red Bulls, suami Rebekah Greenhill ini pernah mencatat rekor mengagumkan. Ayah empat anak yang aktif di kegiatan amal anak-anak di UNICEF itu masih memegang rekor pencetak gol tercepat dalam sejarah MLS. Rekor itu dibuatnya pada 20 Oktober 2013 saat mencetak gol ke Houston Dynamo, 7 detik setelah peluit kick-off dibunyikan.
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Pemain Tertua dan Termuda yang Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia
-
Satu Tahun Tersisih, Hokky Caraka Bangga Kembali Dipanggil Timnas Indonesia
-
Izin Senior! Daftar Pemain Paling Berumur yang Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia
-
Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia, Hokky Caraka Singgung Soal Kepercayaan
-
Rodri Tersandung Masalah Baru, Dilaporkan ke Polisi oleh Tetangga Sendiri
-
Media Belanda Tercengang Lihat Performa Jay Idzes di Serie A, Singgung Rekor Kapten Timnas Indonesia
-
Reaksi Bojan Hodak usai Teja Paku Alam Tak Dipanggil Timnas Indonesia
-
Di Tengah Ancaman Perang, FIFA Tegaskan Piala Dunia 2026 Tetap Digelar untuk Bawa Perdamaian
-
Beckham, Klok, dan Eliano Dipanggil Timnas Indonesia, Bojan Hodak: Mereka Layak
-
Dipanggil John Herdman, Elkan Baggott Dapat Sorotan Utama Media Inggris