- KPK melakukan OTT di Rejang Lebong, Bengkulu, mengamankan sembilan orang termasuk Bupati dan Wakil Bupati.
- Penangkapan ini berkaitan dengan dugaan suap proyek yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.
- Penyidik menyita dokumen, barang bukti elektronik, dan uang tunai; pemeriksaan intensif sedang berlangsung.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelandang 9 orang dalam perkara OTT di wilayah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan selain Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari. Penyidik lembaga antirasuah juga menggelandang Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendri.
“Ya, salah satu juga (Wakil Bupati) diamankan,” kata Budi, di KPK, Selasa (10/3/2026).
Adapun, OTT dilakukan terkait dugaan perkara suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.
“Dalam peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan suap proyek di lingkungan Pemkab Rejang Lebong,” jelasnya.
Penyidik juga menghimpun sejumlah barang bukti, dalam perkara ini, di antaranya dokumen dan barang bukti elektronik. Penyidik juga menyita uang tunai, namun belum dirinci jumlah uang yang disita.
“Untuk uang tunai nanti kami sampaikan ya saat konferensi pers,” ucapnya.
Budi mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait perkara ini lantaran, kesembilan orang tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif.
“Pihak-pihak saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif dan nanti kami akan sampaikan update-nya secara lengkap terkait dengan kronologi, konstruksi, dan juga status hukum dari pihak-pihak yang diamankan,” jelasnya.
Baca Juga: Detik-detik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK Saat Ngecas Mobil Listrik di SPKLU
Sebelum menggelandang 9 orang dalam kasus ini, memeriksa sebanyak 13 orang yang diduga terlibat dalam perkara. Belasan orang tersebut diperiksa penyidik di Polres Kepahiang dan Polresta Bengkulu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April