- Dua pemuda dari Pennsylvania, Emir Balat dan Ibrahim Kayumi, ditangkap karena melempar bom rakitan di dekat Gracie Mansion.
- Aksi teror yang terinspirasi ISIS ini terjadi pada Sabtu (7/3) saat demonstrasi tandingan anti-rasisme di Manhattan.
- Tersangka menghadapi lima dakwaan federal serius, termasuk dukungan material kepada ISIS dan penggunaan senjata pemusnah massal.
Suara.com - Dua pria muda ditangkap setelah melempar bom rakitan di dekat kediaman resmi Wali Kota New York, Gracie Mansion.
Aksi pelemparan bom tersebut terjadi di tengah aksi demonstrasi yang berakhir dengan kericuhan antara demonstran dengan pihak kepolisian.
Polisi New York menyebut insiden itu sebagai aksi teror yang terinspirasi ISIS.
Komisioner Polisi New York Jessica Tisch menegaskan perangkat yang digunakan bukan sekadar alat tipuan.
“Ini bukan bom asap atau perangkat palsu. Ini adalah bom rakitan yang dirancang untuk melukai atau bahkan membunuh,” kata Tisch dilansir dari ABC News.
Menurut dokumen pengadilan federal, dua tersangka bernama Emir Balat (18) dan Ibrahim Kayumi (19) berasal dari Pennsylvania.
Keduanya kini menghadapi lima dakwaan federal, termasuk dukungan material kepada ISIS dan penggunaan senjata pemusnah massal.
Salah satu tersangka bahkan mengaku ingin melakukan serangan yang lebih besar dibanding Bom Marathon Boston 2013.
Dalam pernyataan kepada polisi, Balat disebut mengatakan mereka “ingin melakukan serangan lebih besar dari bom Boston Marathon yang hanya menyebabkan tiga kematian.”
Baca Juga: Terkuak! Siswa SMAN 72 Jakarta Siapkan 7 Peledak, Termasuk Bom Sumbu Berwadah Kaleng Coca-Cola
Polisi menyebut dua bom rakitan dibawa ke lokasi demonstrasi pada Sabtu (7/3) di sekitar East End Avenue dan East 87th Street, Manhattan.
Salah satu perangkat sempat dinyalakan dan dilempar ke arah kerumunan demonstran, sementara bom lainnya meledak tidak jauh dari lokasi.
Bahan peledak yang digunakan diketahui mengandung TATP (triacetone triperoxide), zat yang sangat tidak stabil dan sering digunakan dalam serangan teror.
Seluruh barang bukti kini dikirim ke laboratorium FBI di Quantico, Virginia, untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi juga menemukan perangkat mencurigakan ketiga di dalam mobil Honda hitam tahun 2010 milik tersangka yang diparkir dekat lokasi kejadian.
Penemuan itu memicu evakuasi cepat warga di kawasan Upper East Side.
Berita Terkait
-
Terkuak! Siswa SMAN 72 Jakarta Siapkan 7 Peledak, Termasuk Bom Sumbu Berwadah Kaleng Coca-Cola
-
Kasus Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Satu Siswa Ditetapkan Jadi Tersangka
-
Misteri Pelaku Bom SMAN 72: Kenapa Dipindah ke RS Polri dan Identitasnya Dirahasiakan?
-
Terungkap! Sebelum Ledakan di SMAN 72, Pelaku Tinggalkan Pesan Misterius di Dinding Kelas
-
Tim Transisi Zohran Mamdani Diisi Semua oleh Perempuan, Kebetulan? Tentu Tidak
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!
-
Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR
-
Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!
-
Mengurai Benang Kusut Gagal Bayar Gaji PPPK: Apakah Dana APBN Bisa Jadi Solusi?
-
MBG Bau Tengik, Plastik Mahal! Jeritan Pedagang Tanah Abang di Tengah Demo BGN