Suara.com - Bersama tim barunya, Sriwijaya FC, Ferdinand Sinaga mengatakan bahwa dia siap mengbah sikapnya. Ferdinand janji tak lagi bertemperamen tinggi saat bermain bersama Sriwijaya di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015.
Mantan bomber Persib Bandung ini memang dikenal gampang emosi dan sering mendapatkan kartu kuning atau kartu merah. Tentu saja hal itu akan merugikan bagi tim berjuluk Laskar Wong Kito Galo jika sikap itu masih diteruskannya.
"Setelah kontrak dengan Persib selesai. Saya ikuti kata hati saya yakni membela tim yang serius ingin mendapatkan saya. Yang pasti saya akan berikan penampilan terbaik saya ke SFC di musim 2015," kata Ferdinand.
"Mengubah sikap adalah komitmen saya bersama SFC. Sebenarnya bermain dengan emosi itu juga penting agar menambah semangat bermain asal emosinya tidak negatif," ujar pemain terbaik ISL 2014 ini.
Ferdinand juga mengaku sangat senang bisa bermain dengan duo temannya di SEA Games 2011 yakni Titus Bonai dan Patrick Wanggai. "Awalnya saya belum tahu kalau SFC mengontrak Wanggai dan Tibo," ungkapnya.
"Saya senang sekali ada mereka. Saya ingin mengulang kesuksesan bersama mereka saat Sea Games 2011. Bonai pemain yang luar biasa. Wanggai punya kelebihan juga," ujarnya Ferdinand.
"Soal target gol saya tidak ada. Tapi yang penting bisa berikan kontribusi yang bagus tiap pertandingan SFC. Rata-rata gol saya tak lebih 16 gol, tapi lebih dari 10 gol," tutup Ferdinand. (Liga Indonesia)
Berita Terkait
-
Selamat Tinggal, Sriwijaya FC Degradasi ke Liga 3
-
Alex Noerdin Wafat, 3 Jejaknya di Sepak Bola: Dari Sriwijaya FC hingga Coba Datangkan Ronaldinho
-
Sriwijaya FC Dibantai 15-0, Inilah Deretan Kekalahan Terbesar Sepanjang Sejarah Liga Indonesia
-
Achmad Zulkifli Didepak dari Pelatih Kepala Sriwijaya FC
-
Championship 2025/2026 Sudah Bergulir, 8 Tim Masih Tunggak Gaji Pemain
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim