Suara.com -
Real Madrid menelan kekalahan dua kali berturut- turut setelah terakhir dikalahkan oleh Atletico Madrid. Namun demikian, pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti menolak timnya disebut sedang krisis.
Madrid kalah 1-2 dari Valencia di lanjutan La Liga kemarin dan mengakhiri kemenangan 22 beruntun mereka. Kini Los Blancos dikalahkan oleh rival sekota mereka, Atletico Madrid 2-0 di leg pertama 16 besar Copa del Rey.
Ini menjadi hasil buruk mereka di awal tahun 2015 dan memunculkan spekulasi bahwa Los Blancos sedang mengalami krisis. Namun usai pertandingan Ancelotti menolak skuatnya disebut sedang krisis.
"Krisis? Itu sedikit berlebihan. Kami tidak senang dengan (hasil) dua pertandingan ini. Kami harus segera mendapatkan kemenangan lagi," kata Ancelotti usai pertandingan .
"Kami akan melawan Espanyol hari Sabtu dan kemudian memainkan leg kedua (Copa del Rey). Kami masih memiliki peluang, namun tidak besar. Atletico punya keunggulan. Kami harus berusaha mengerahkan semuanya," ujarnya
Sedangkan soal pertandingan Ancelotti mengatakan bahwa mereka sempat mendominasi pertandingan hingga Raul Garcia mendapatkan hadiah penalti. Namun pelatih asal Italia ini memuji pertahanan Atletico.
"Di babak pertama kami menguasai pertandingan, kami perlu lebih efesiensi dan lebih dalam. Ada banyak umpan dari samping. Selain itu, Atletico bertahan sangat baik, selalu bertahan bersama -sama," tukas Don Carlo. (Football Espana)
Berita Terkait
-
Sihir Vinicius Junior di Miami: Cetak Brace, Bikin Ancelotti Geleng-Geleng Kepala
-
Bocor! Eks Real Madrid dan AFC Ajax Disebut Bakal Gabung Persib Bandung
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Jelang Lawan Skotlandia, Ancelotti Ungkap Kabar Bahagia Soal Neymar, Apa Itu?
-
Fans Atletico Madrid Bakar Jersey Usai Julian Alvarez Terang-terangan Ingin Tinggalkan Klub
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey