- Topan Dolphin menerjang pesisir Provinsi Zhejiang dua kali pada Minggu, 9 Agustus, memicu evakuasi lebih dari satu juta warga.
- Bencana tersebut menyebabkan hujan ekstrem dan banjir di Sungai Yongjiang serta meningkatkan ancaman longsor di wilayah China timur.
- Pemerintah menghentikan jalur kereta cepat dan membatalkan ribuan penerbangan di berbagai bandara akibat cuaca buruk.
Suara.com - Topan Dolphin menerjang pesisir Provinsi Zhejiang, China dua kali dalam satu hari pada Minggu (9/8) waktu setempat.
Badai tersebut membawa angin kencang dan hujan ekstrem, memicu evakuasi besar-besaran lebih dari satu juta warga di wilayah terdampak.
Badan Meteorologi Pusat China terus mengeluarkan peringatan merah, level tertinggi untuk topan.
Kondisi cuaca ekstrem ini meningkatkan risiko banjir dan longsor di sejumlah wilayah China timur.
Topan pertama kali mendarat sekitar pukul 17.30 waktu setempat di Kota Yuhuan, Taizhou.
Saat itu, kecepatan angin maksimum mencapai 42 meter per detik atau setara topan kuat level 14.
Sekitar satu jam kemudian, badai kembali mendarat di wilayah Wenzhou dengan kekuatan sedikit melemah.
Meski demikian, dampak yang ditimbulkan tetap signifikan, terutama di daerah pesisir.
“Gelombang besar bahkan melampaui tanggul, dan beberapa rumah di pesisir terdampak langsung,” lapor jurnalis CCTV dari lokasi kejadian.
Baca Juga: Kebutuhan Pembiayaan Tembus Rp9.200 Triliun, Indonesia Makin Bergantung pada Utang China-Jepang
Pemerintah setempat telah lebih dulu menerapkan pembatasan lalu lintas dan mengevakuasi warga dari zona berbahaya.
Data otoritas menunjukkan, hingga Sabtu sore, hampir 100 ribu warga telah dievakuasi dari Fujian, sekitar 80 ribu dari Taizhou, serta lebih dari 30 ribu dari Shanghai.
Total evakuasi kini telah melampaui satu juta orang di berbagai wilayah.
Hujan deras akibat topan juga memicu banjir pertama tahun ini di Sungai Yongjiang, Zhejiang.
Ketinggian air di salah satu titik pengamatan dilaporkan mencapai 1,8 meter.
Badan meteorologi memperkirakan hujan lebat masih akan berlanjut hingga 10 Agustus di sejumlah wilayah, termasuk Zhejiang, Shanghai, Fujian utara, hingga Jiangsu.
Berita Terkait
-
Kebutuhan Pembiayaan Tembus Rp9.200 Triliun, Indonesia Makin Bergantung pada Utang China-Jepang
-
1.300 Penerbangan Dibatalkan karena Topan Dolphin di Shanghai
-
Lama Mandek, Pemerintah Klaim Kawasan Industri Madura Didukung Investor China
-
Bukan Harga Murah, Ini Strategi Sharp Indonesia Menjaga Dominasi Pasar AC
-
Gelombang Panas Italia Picu Status Siaga Merah di 27 Kota, 3 Orang Tewas
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Topan Dolphin Mengamuk Dua Kali di China, Lebih 1 Juta Warga Dievakuasi
-
Papua Bukan Tanah Kosong! Masyarakat Adat Nabire Tolak Tambang dan Pembanguna Pos Militer
-
Karhutla Hanguskan 18 Hektare Hutan di Sukabumi, Sejumlah Titik Masih Berasap
-
IHSG Anjlok ke Level 6.300 Hari Ini, GMFI Hampir ARA
-
Purbaya Minta Bea Cukai Perketat Pengawasan Laut di Perbatasan Timur RI
-
Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Kolaborasi Himbara, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Masyarakat
-
Sengketa Lahan SDN 026 Memanas, Wali Kota Bandung Tegas Pasang Badan Demi 900 Siswa
-
Perkuat Pembiayaan Hunian, BRI Pimpin Kolaborasi Himbara di Danantara Housing Expo 2026
-
Jay Idzes, Kevin Diks, Emil Audero Bakal Main, Indonesia Full Team di FIFA ASEAN Cup 2026?
-
Menanti Janji yang Tak Dipenuhi: HP Almarhum Sutrimo Belum Kembali, Keluarga Cium Aroma Tak Beres