Suara.com - Hari ini, 43 tahun yang lalu Jaap Stam lahir di Kampen, Belanda. Lelaki yang dilahirkan dengan nama Jakob Stam ini adalah mantan bintang lapangan hijau yang pernah sukses bersama Manchester United dan beberapa klub raksasa Eropa lainnya.
Salah satu bek terbaik yang pernah dipunya Eropa, itulah Jaap Stam. Stam paling diingat saat memperkuat PSV Eindhoven dan Manchester United.
Bek jebolan akademi DOS Kampen ini jadi pemain kunci PSV pada musim 1996/1997 setelah dibeli dari Willem II. Dua musim memperkuat PSV, Stam sekali mencicipi trofi Eredivisie dan Piala KNVB.
Tahun 1998, Stam dibeli Manchester United. Pindah ke Old Trafford, Stam membukukan rekor nilai transfer termahal untuk seorang bek kala itu.
Tiga musim berseragam Setan Merah, tiga kali pula dirinya membantu MU merajai Liga Premier Inggris. Sepanjang kariernya bersama Manchester United, Stam juga merebut satu trofi Liga Champions dan satu trofi Piala FA.
Awal musim 2001/2002, Stam secara tiba-tiba dijual ke Lazio. Konon kabarnya, ia dijual setelah manajer MU Sir Alex Ferguson marah karena Stam meluncurkan buku otobiografinya yang berjudul Head to Head. Pasalnya, dalam buku tersebut, Stam mengklaim bahwa Ferguson membelinya tanpa persetujuan dari PSV.
Namun, isu tersebut dibantah Fergie. Manajer legendaris Setan Merah itu mengatakan, dirinya melepas Stam karena mendapat tawaran bagus dari Lazio.
Di Lazio, Stam kembali berulah. Ia dilarang bermain selama lima bulan setelah kedapatan mengkonsumsi steroid nadrolone yang terlarang.
Tiga tahun di Lazio, Stam pindah ke Milan. Bersama Rossoneri, Stam hampir saja merebut trofi Liga Champions tahun 2005 jika saja timnya tidak dipecundangi Liverpool lewat adu penalti di final.
Di bursa transfer pertengahan musim 2006, Stam pulang ke Belanda. Bedanya, ia tidak lagi membela PSV, namun Ajax. Musim pertamanya bersama Ajax, Stam membantu merebut trofi Eredivisie dan Johan Cruijff Shield. Jelang pertengahan musim berikutnya, Stam memutuskan gantung sepatu.
Setahun kemudian, Stam kembali ke Manchester United. Namun, bukan sebagai pemain melainkan agen pencari bakat yang bertanggung jawab atas kawasan Amerika Selatan. Sempat menjadi asisten pelatih di PEC Zwolle, Stam diikat kontrak tiga tahun bersama Ajax sebagai asisten pelatih pada awal musim 2013/2014.
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Kata-kata Bojan Hodak Bawa Persib Bandung Comeback Dramatis Hancurkan Bhayangkara FC
-
Tiket Chelsea vs AC Milan di GBK Dijual Mei 2026, Simak Jadwal Presale dan Panduan Pembelian Resmi
-
Hasil BRI Super League: Comeback Epic Persib Bandung Jungkalkan Bhayangkara FC
-
Hong Kong Ikut? FIFA ASEAN Cup 2026 Dibagi Menjadi Dua Divisi
-
Penantian Panjang, Kapan Terakhir Kali AC Milan Datang ke Indonesia?
-
Persija Belum Kibarkan Bendera Putih! Rayhan Hannan: Fokus Sapu Bersih, Gelar Masih Mungkin
-
Timnas Vietnam Naturalisasi Pemain Jelang Piala AFF 2026, Hendro Segera Menyusul
-
Kalah Bersaing dengan Bocah Boyolali di Persija, Ini Reaksi Shayne Pattynama
-
Timnas Indonesia Gagal Lolos, Jay Idzes Justru Nantikan Hal Ini di Piala Dunia 2026
-
Mauricio Pochettino Sedih Melihat Tottenham Hotspur yang Sekarang