Suara.com - Hari ini, 84 tahun yang lalu, Ivan Toplak lahir di Beograd, kota yang saat itu merupakan bagian dari negara Yugoslavia, kini Serbia. Ivan Toplak adalah salah satu pelatih asing yang pernah dipercaya menukangi timnas sepak bola Indonesia di awal era 90-an.
Sebagaimana dikutip dari arahbola.org, Toplak adalah pelatih berprestasi di Yugoslavia. Sukses membawa Yugoslavia merebut medali perunggu pada Olimpiade Los Angeles 1984, Toplak pun diboyong ke Indonesia pada tahun 1992.
Dengan kontrak senilai Rp300 juta untuk periode dua tahun, harapan segudang diletakkan pada bahu Toplak. Mantan striker itu dipercaya untuk membawa timnas Merah Putih lolos Piala Dunia, SEA Games, dan Olimpiade Atalanta.
Namun, minimnya waktu yang diberikan untuk menggenjot fisik dan mental para pemain timnas, tak cukup bagi Toplak. Ia pun gagal mempersembahkan prestasi bagi tim Merah Putih.
Kala itu, Toplak punya catatan penting buat timnas Indonesia. Rapuhnya organisasi dan kerja sama, serta individualisme yang cenderung menonjol, membuat Indonesia kerap harus pulang dengan tangan hampa di berbagai kompetisi.
Toplak merasa bahwa mentalitas para pemain perlu dibangun sejak dini. Oleh karena itu, pembentukan tim di bawah 16 tahun (U-16) perlu dipertimbangkan. Hanya beberapa bulan saja melatih timnas, Toplak digantikan pelatih Italia, Romano Matte.
Semasa masih menjadi pemain, Toplak bermain di posisi striker. Jebolan tim muda Branik Maribor ini mengawali karier seniornya di klub Olimpija Ljubljana.
Empat musim kemudian, ia hijrah ke klub Red Star Belgrade dan bertahan di sana hingga tujuh tahun lamanya. Gantung sepatu pada tahun 1961, Toplak terjun ke dunia kepelatihan pada tahun 1964 dan Red Star Belgrade jadi klub pertama yang ia asuh.
Dua tahun berselang, Toplak hijrah ke Amerika Serikat dan membina karier di sana hingga tahun 1975 bersama California Clippers, klub sepak bola Universitas Stanford, dan San Jose Earthquakes. Pulang ke kampung halaman pada tahun 1976, Toplak didapuk melatih timnas Yugoslavia.
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular
-
Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak
-
Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK