Suara.com - Tim Transisi bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga optimistis kompetisi sepak bola nasional yang saat ini terhenti, bisa segera digelar dalam waktu dekat ini.
Anggota Tim Transisi Pokja Komunikasi Zuhairi Misrawi ditemui di Samarinda, Rabu (7/10/2015), mengatakan hadirnya perwakilan induk organisasi sepak bola dunia FIFA ke Indonesia pada akhir Oktober 2015 ini, akan dijadikan momentum untuk mencabut sanksi terhadap sepak bola Indonesia.
Zuhairi Misrawi berada di Samarinda untuk menjadi salah satu pembicara seminar G-70, program kerja Presiden Joko Widodo, di Kantor Gubernur Kaltim.
Saat ini, lanjut Misrawi, Tim Transisi sedang mengagendakan dua kegiatan yang segera dilaksanakan, yakni Kongres Luar Biasa PSSI dan pelaksanaan kompetisi sepak bola nasional.
Menurut ia, kompetisi sepak bola nasional bisa kembali bergulir setelah ada pencabutan sanksi dari FIFA.
"Menpora sempat mengatakan bahwa kompetisi besar kemungkinan bergulir Maret 2016, tapi bisa juga lebih cepat, asal semua proses bisa berjalan lancar," tegasnya.
Pada pelaksanaan kompetisi sepak bola nanti, Tim Transisi menjalankan dua fungsi, yakni sebagai operator dan memverifikasi klub peserta.
Saat ini sudah berjalan verifikasi terhadap 64 klub yang akan tampil di kompetisi Divisi Utama.
"Tim Transisi adalah pelaksana sampai terbentuk pengurus (PSSI) baru, dan kompetisi harus bergulir dengan peserta klub yang benar-benar sehat, baik secara finansial maupun aspek lainnya," tegas Zuhairi. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
PSSI Harap-Harap Cemas! Klub Belum Kasih Izin, Justin Hubner Absen Bela Timnas Indonesia?
-
Jajan di Event Bergengsi Tak Harus Mahal, UMKM Piala Presiden 2026 Bikin Kantong Aman
-
Erick Thohir Apresiasi Timnas Putri usai Juara AFF Women's Cup 2026
-
Timnas Putri Indonesia Back-to-Back Juara Piala AFF 2026, Erick Thohir Angkat Topi
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Siapa Kapten Timnas Indonesia vs Kamboja? Sosok Ini Jadi Pengganti Jay Idzes
-
2 Malam Tanpa Serangan ke Iran, Amerika Krisis Pasokan Rudal dan Senjata Makin Menguat
-
Indeks CFX10 Mulai Melesat, Bitcoin Hingga Ethereum Naik Tinggi
-
Marselino Ferdinan Absen Laga Timnas Indonesia vs Kamboja? John Herdman Bilang Begini
-
Belajar dari Bentrokan di Matraman, Pemprov DKI Harus Perkuat Satgas Jaga Jakarta dan FKDM
-
Dari Satu Destinasi Ke Destinasi, Transportasi Umum Menemani Cerita Hariku
-
Spesifkasi PC Minecraft Java Edition Naik, RAM 4 GB Tak Lagi Kuat!
-
90 Mahasiswa Indonesia Lanjut S2 Lewat Erasmus Mundus, Uni Eropa Perkuat Investasi pada Talenta Muda
-
Sensasi Menembus Langit Jakarta Melalui Jalur Langit Transjakarta
-
Anggota TNI Meninggal saat Bantu Kejar Pengedar Narkoba