Suara.com - Manajemen Bali United memperpanjang kontrak 22 pemain dengan jangka waktu berbeda-beda menyesuaikan kebutuhan tim yang menjadi tumpuan skuad tim sepak bola kesayangan Pulau Dewata itu.
"Kami sudah berkomunikasi ulang dengan 29 pemain yang telah masuk dalam skuad Bali United beberapa waktu lalu, namun hanya 22 nama yang sepakat tetap bertahan dan tujuh pemain pindah ke tempat lain," kata Pelatih Bali United Indra Sjafri di Kuta, Minggu.
Pihaknya menerangkan, dari 22 pemain itu ada 11 pemain yang diperpanjang kontraknya selama empat tahun karena mampu ditempatkan di segala lini (multifungsi) dan layak terus dikembangkan kemampuannya.
Kemudian, satu orang pemain dikontrak selama tiga tahun dan 10 orang lainnya dikontrak selama satu tahun. "Kami belum dapat sebutkan nama-nama pemain yang memperpanjang kontrak tadi, karena mereka belum menandatangani kontrak itu," katanya.
Ia menegaskan, belum merilis nama-nama pemain yang memperpanjang kontrak itu karena ingin menjaga perasaan pemain agar tidak terjadi kecemburuan sosial.
Indra Sjafri menerangkan, manajemen memilih memperpanjang kontrak 22 pemain itu berdasarkan penilaian perilaku pemain, data teknis dan nonteknis skuadnya. "Kami punya parameter standar pemain untuk bisa masuk skuad tim," ujarnya.
Langkah tersebut ditempuh untuk membangun tim agar lebih baik lagi dengan memberi kesempatan pemain lokal Indonesia, untuk menunjukkan kemampuannya.
"Pandangan saya untuk membangun tim yang kuat, tidak cukup waktu satu tahun, tahun depan baru kita bicara prestasi," ujarnya.
Ia menambahkan, kontrak pemain diperpanjang kembali karena akan berakhir pada Desember 2015 sehingga dibuatkan kontrak baru oleh manajemen berdasarkan surat dari badan liga.
"Untuk pembayaran pemain, manajemen akan membayar gaji pemain sesuai ketentuan yang berlaku, namun apabila di tengah jalan liga tidak bergulir manajemen hanya membayar 25 persen dari kesepakatan kontrak," ujarnya.(Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Bantu Persiapan Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, John Herdman Angkat Topi untuk Bali United
-
Bantai Bali United, Herdman Klaim Timnas Indonesia Mulai Temukan Identitas Permainan
-
Bek Keturunan Tinggalkan FC Emmen, Disebut Gabung Klub Super League
-
Kontrak di FC Emmen Segera Habis, Tim Geypens Jadi Incaran Bali United
-
Bek Real Madrid Dean Huijsen Berlatih di TC Bali United Bareng Pemain Keturunan Indonesia
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan