Suara.com - Hari ini, 35 tahun yang lalu, Michael Owen lahir di Chester, Inggris. Pemilik nama lengkap Michael James Owen ini adalah mantan bintang yang pernah memperkuat Liverpool, Real Madrid, Newcastle United, Manchester City, dan Stoke City.
Penyuka si kulit bundar tentu tahu siapa Owen. Striker ini merupakan anugerah terindah yang diberikan buat dunia persepakbolaan Inggris. Sederet gelar individu dan klub sudah diterima oleh striker berjuluk The Wonder Boy atau Si Bocah Ajaib itu.
Jebolan akademi muda Liverpool ini mengawali kariernya bersama The Reds pada tahun 1996. Delapan musim lamanya Owen memperkuat Liverpool. Ia mencicipi Piala FA, Piala Liga, Piala UEFA, dan Piala Super UEFA. Masa keemasan Owen di Anfield terjadi pada tahun 2001. Sukses mempersembahkan treble, Owen terpilih menjadi pemain terbaik dunia dan berhak menerima penghargaan Ballon d'Or.
Owen dikenal akan kepiawaiannya merobek jala lawan. Ya, Owen adalah salah satu striker yang terkenal akan naluri membunuhnya. Selama berseragam Liverpool, Owen mengemas 158 gol di 297 laga yang ia lakoni.
Punya talenta menonjol, Owen pun membuat Real Madrid kepincut. Ditebus dengan mahar 8 juta Poundsterling, Owen pun merapat ke Santiago Bernabeu pada tahun 2004. Sayang, segudang striker bintang yang sudah dimiliki Los Merengues membuat Owen kerap harus duduk di bangku cadangan. Meski demikian, Owen tetap bisa 'berbicara' banyak. Catatan golnya tidak bisa dibilang biasa-biasa saja. Hanya semusim berseragam Los Blancos, Owen mencetak 13 gol di 36 laga yang ia mainkan.
Hengkang dari Madrid, Owen kembali ke Inggris. Newcastle United jadi persinggahan selanjutnya. Sungguh malang, ia dibekap cedera dan harus absen 18 bulan. Kendati diperkuat Owen, Newcastle lengser dari Liga Premier dan masuk zona relegasi selepas musim 2008/2009.
Selepas dari Newcastle, Owen pindah ke Manchester United. Bersama klub asal Old Trafford itu, Owen akhirnya berhasil merengkuh trofi Liga Premier, trofi yang tak pernah ia rebut bersama Liverpool. Baru-baru ini, Owen juga menyuarakan kegelisahannya soal penampilan buruk MU di liga musim 2015/2016. Seperti kicauan bernada kritik kepada manajer MU Louis van Gaal yang ia buat menyusul kekalahan Setan Merah dari klub promosi Bournemouth.
Striker yang membela The Three Lions selama 89 kali dan mencetak 40 gol ini gantung sepatu setelah semusim merumput bersama Stoke City. Selepas pensiun, Owen berprofesi sebagai pengamat lapangan hijau di media Inggris.
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
Nestapa Mohamed Salah di Piala Afrika 2026 Kini Pulang ke Anfield Demi Tempat Utama
-
Florentino Perez Dikepung Amarah Fans, Bernabeu Jadi Saksi Krisis Real Madrid
-
Sassuolo Kalah Tipis dari Napoli, Jay Idzes: Kami Bikin Pasukan Conte Kerepotan
-
Incar Kemenangan ke-12 Beruntun, Barcelona Diterpa Kabar Buruk Jelang Lawan Real Sociedad
-
Scudetto Makin Menjauh, Tiket Liga Champions Jadi Paling Realistis Bagi Juventus
-
Kim Sang-sik Disebut Tak Punya Rival Seimbang di Piala AFF 2026, John Herdman Diremehkan?
-
Jacksen F. Tiago Turun Gunung, Sebut Pembinaan Usia Dini Kunci Emas Sepak Bola Putri Indonesia
-
Rapor Miliano Jonathans Usai Debut di Excelsior: Main 16 Menit Tapi Jadi Kreator Gol
-
Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Meninggal Dunia, Kolaps Dipinggir Lapangan
-
Ronald Koeman Merasa Belanda Tak Diperhitungkan di Piala Dunia 2026