Suara.com - Pelatih Arsenal, Arsene Wenger menjawab keraguan tentang kemampuan Arsenal memenangi gelar, dengan mengatakan bahwa statistik yang ada mendukung dirinya.
The Gunners saat ini berada di puncak klasemen Liga Premier Inggris, usai meraih kemenangan 2-0 atas Bournemouth. The Gunners mengakhiri tahun dengan memuncaki klasemen, di atas Leicester City dengan keunggulan selisih gol.
Hal yang sama --mengakhiri tahun dengan memuncaki klasemen Liga Utama Inggris-- juga dicatat Arsenal pada tiga kesempatan sebelumnya. Namun mereka tidak mampu memenangi gelar pada ketiga musim itu.
"Itu memperlihatkan kepada Anda bahwa kami memiliki peluang bagus seperti yang diperlihatkan statistik kepada Anda, bahwa delapan dari 11 tahun terakhir tim yang memuncaki klasemen pada Tahun Baru memenanginya," kata Wenger kepada para pewarta.
Ia melanjutkan, "Saya percaya bahwa kami sekarang cukup matang dan bahwa kami memiliki kemampuan yang diperlukan untuk berjuang dan bersaing."
Ia menegaskan jika ada pihak yang mempertanyakan mentalitas pasukannya, maka Wenger sangat yakin. Kami, katanya, harus bangkit melampauinya dan memperlihatkan bahwa kami mampu mengatasi itu semua.
"Dan saya percaya kami akan memainkan sepak bola yang lebih baik dan menjadi tim yang nyata pada setiap pertandingan, dan memperlihatkan bahwa kami mampu kompetitif," cetusnya.
Ia menambahkan, pasukannya akan memberikan segalanya untuk hasil terbaik. Dan jika memang di akhir musim, ada tim yang lebih baik The Gunners akan menerimanya.
"Namun kami ingin berjuang untuk memperlihatkan bahwa kami memiliki peluang. Saya akan mengingatkan Anda bahwa hanya satu tim yang menjuarai liga tanpa kalah pada satu pertandingan pun. Itu adalah Arsenal Football Club. Bukan tanggal (Tahun Baru) yang menentukan Anda memenangi liga." tegasnya.
Arsenal terakhir kali menjuarai liga pada 2004. Pasukan Wenger akan menjamu tim peringkat ketiga dari bawah Newcastle United pada pertandingan Sabtu (2/1/2016). (Reuters)
Berita Terkait
-
Berharap Seri, Hull City Justru Bikin MU Kalah dan Putus Rekor 52 Tahun
-
Deretan Fakta Arsenal Juara Community Shield: Gol 23 Detik Bikin City Babak Belur
-
Malam Ini! Arsenal vs Manchester City di Community Shield, Siapa Lebih Unggul?
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Vinicius Junior Prioritaskan Bertahan di Real Madrid, Arsenal Terancam Gagal?
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Makin Canggih tapi Jangan Terlalu Percaya, 92 Ribu Serangan Menyamar sebagai Layanan AI
-
Sidang Febrie Adriansyah: Ahli UGM Sebut Trading in Influence Belum Bisa Jadi Pasal Dakwaan
-
Saksi Lihat Kepulan Asap Saat Pesawat Sukhoi Keluar Jalur, Nyaris ke Jalan Raya
-
4 Mesin Cuci Hemat Listrik Terbaik: Watt Kecil, Fitur Canggih
-
Ulasan Novel False Beat, Kisah Manajer Amatir dan Vokalis Band Berwajah Dua
-
Bukan Adegan Film! Aksi Spiderman Lompat dan Hantam Jake Lang Pelaku Pembakar Al Quran
-
Gaji PPPK Guru Bakal Dibayar Pusat, Bagaimana Nasib Nakes?
-
Bongkar Aktor Intelektual Karhutla, DPR Desak Audit Korporasi Pelaku Pembakaran Hutan
-
RAPBN 2027: Defisit Anggaran Turun, Tapi Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 876 Triliun
-
Asap di Udara Kita, Uangnya di Bank Mereka: Hipokrasi Kebakaran Kalimantan