Suara.com - Pelatih Persib Bandung Jajang Nurjaman akan bertolak ke Italia. Janur akan mengikuti kursus sertifikasi pelatih Badan sepak Bola Eropa (UEFA) selama setahun.
"Ya rencananya awal tahun ini berangkat. Lamanya setahun," kata Jajang Nurjaman di Bandung, Kamis (7/1/2016).
Jajang yang sukses mengantarkan Persib Juara Indonesia Super League (ISL) 2014 dan Piala Presiden 2015 mendapat bonus dari Dirut PT Persib Bandung Bermartabat Glenn Sagita untuk mengikuti kursus kepelatihan di Eropa.
Dengan demikian, Jajang dipastikan akan menjadi pelatih Bandung pertama yang akan merasakan kursus kepelatihan sertifikasi UEFA yang akan digelar di Milan, Italia itu.
Namun demikian, tidak disebutkan kapan waktu keberangkatan Jajang menuju Negeri Spageti itu. Namun yang jelas keberangkatan Jajang ke Italia di bawah koordinasi dengan klub Inter Milan.
Ia menyebutkan sudah mempersiapkan segalanya, hal itu menunjukkan keberangkatan pelatih yang mantan penyerang sayap Persib tahun 1980-an itu dalam waktu dekat.
Jajang dipastikan tidak akan menangani Persib minimal dalam jangka waktu setahun. Namun demikian kubu Persib Bandung belum menentukan nama pelatih baru yang akan menggantikan Jajang.
Namun ia berharap, pelatih Persib nanti merupakan sosok yang sudah mengenal Persib dan kultur sepak bola di Indonesia. "Ya jelas syarat utamanya harus tahu karakter Persib dan sepak bola Indonesia," katanya.
Jajang Nurjaman merupakan salah satu pelatih yang sukses menangani Persib Bandung setelah sebelumnya pelatih Indra Tohir juga meraih sukses ganda di ajang perserikatan dan kompetisi Liga Indonesia. Indra Tohir saat itu juga sukses membawa Persib berlaga di delapan besar Piala Champions Asia.
Pada masa kejayaan Persib itu, Jajang menjadi salah satu penyerang andalannya kemudian menjadi assisten pelatih di tim Persib.
Sebelum menjadi pelatih kepala di Persib, Jajang cukup lama menangani Pelita Jaya mulai dari assisten pelatih hingga pelatih kepala. (Antara)
Berita Terkait
-
Prediksi Skor, Susunan Pemain Persib Bandung vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Empat Raksasa Bertemu di Semifinal, Piala Presiden 2026 Menempa Sang Juara
-
Head to Head Persib vs Persebaya: Maung Bandung Superior Jelang Final Piala Presiden 2026
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
-
Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
-
Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram