Suara.com - Sejumlah kalangan menuntut sikap profesional Pelatih terpilih, Luciano Leandro, dalam masalah pemilihan dan penentuan pemain yang akan memperkuar tim "Juku Eja" menghadapi Indonesia Super Competition (ISC) 2016.
Tuntutan itu berdasarkan rencana Luciano Leandro untuk membawa tiga pemain dari Brasil untuk mengikuti seleksi di PSM Makassar.
"Luciano kabarnya siap membawa tiga pemain dari negara asalnya. Untuk itu kita minta Luciano bersikap sportif dan profesional dalam menentukan pemain yang memang dinilai mampu mengangkat prestasi tim kedepan," kata Sekretaris Red Gank Sadat.
Sebagai salah satu kelompok suporter PSM, pihaknya memiliki satu harapan agar pemain yang memperkuat tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan ini memang memiliki potesi dan kualitas terbaik.
Sebab jika tidak memiliki kemampuan seperti yang diharapkan, maka status atau keberadaan pemain asing dinilai hanya akan menjadi beban dalam tim.
Hal senada juga diungkapkan Pengamat PSM Makassar, Faisal Maricar terkait keinginan Luciano Leandro memboyong tiga pemain dari negaranya.
Ia menjelaskan, manajemen PSM memang sudah menyerahkan nasib pemain seleksi ke pelatih. Kondisi inilah yang harus diawasi agar tidak terjadi KKN dalam perekrutan pemain.
Dirinya juga khawatir jika unsur kedekatan pelatih dan tiga pemain yang akan dibawah dari Brasil, justru membuat peluang pemain asing lain yang ditawarkan agen pada akhirnya tidak mendapatkan tempat dalam skuad PSM.
Wartawan Olahraga Makassar, Islamuddin Dini, juga memperingatkan pihak manajemen untuk mengantisipasi terjadinya praktek KKN dalam proses seleksi pemain.
"Jadi sebaiknya yang menentukan itu tim pelatih yang memang diberikan tugas khusus memantau potensi setiap atlet. Jangan sampai hanya menyerahkan ke satu pihak dalam hal ini Luciano Leandro yang justru membuka potensi terjadi praktek KKN," ujarnya.
Luciano Leandro yang merupakan mantan pemain PSM era 90-an itu memang siap mendatangkan tiga pemain ke Makassar.
Tiga pemain yang akan diboyong dari Brasil itu masing-masing Jean Peliphe Dutra Jaguiero (stopper). Sementara dua pemain lainya berposisi sebagai penyerang yakni Carlos Eduardo Casto da Silva, serta Alex da Silva de Souza yang berposisi sebagai gelandang. (Antara)
Berita Terkait
-
Resmi! PSM Makassar Kembali Tunjuk Darije Kalezic Sebagai Pelatih
-
Gabung Persija Jakarta, Victor Dethan Datang dengan Modal Tak Sembarangan
-
Jelang Laga Penentuan Degradasi, PSSI Tiba-tiba Ganti Wasit Duel Madura United vs PSM
-
Tendang Achmad Jufriyanto, Suporter PSM Makassar Minta Maaf ke Persib Bandung
-
Persib Bandung Sampaikan Update Kondisi Pemain usai Diduga Diserang Oknum Suporter
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan