Lifestyle / Food & Travel
Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB
Masjid Al-Ikhlas Centre di Kanada Barat. (Dok. Ist)
Baca 10 detik
  • Masyarakat Indonesia di Kanada Barat meresmikan Masjid Al-Ikhlas Centre di Edmonton, Alberta, pada 1 Agustus lalu.
  • Pembangunan masjid senilai Rp14,6 miliar ini didanai melalui gerakan wakaf kolaboratif yang melibatkan lebih dari 200.000 donatur.
  • Fasilitas tersebut berfungsi sebagai pusat ibadah sekaligus dikembangkan menjadi Islamic Centre pertama untuk memperkuat persaudaraan umat.

Suara.com - Indonesia kembali menorehkan jejak di kancah internasional. Masjid Al-Ikhlas Centre resmi berdiri sebagai masjid pertama yang diinisiasi masyarakat Indonesia di Kanada Barat, menjadi simbol kuat semangat gotong royong, wakaf, dan dakwah yang melampaui batas negara.

Peresmian masjid yang berlokasi di Edmonton, Alberta, ini dilakukan pada Sabtu (1/8) waktu setempat, bertepatan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Masjid Al-Ikhlas Centre merupakan hasil inisiatif Indonesian Muslim Community in Edmonton (IMCE) yang didukung gerakan wakaf kolaboratif bersama Cinta Quran Foundation.

Pembangunannya berhasil terwujud berkat partisipasi lebih dari 200.000 wakif dari Indonesia dan berbagai negara, yang menghimpun dana mencapai CAD 1.140.446,09 atau sekitar Rp14,6 miliar.

Peresmian dihadiri oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia di Vancouver Nina Kurnia Widhi, Dewan Pembina Cinta Quran Foundation Ustadz Fatih Karim, pengurus IMCE, serta pasangan Nikita Willy dan Indra Priawan yang turut mengikuti rangkaian safari dakwah di Kanada.

Menurut Nina Kurnia Widhi, kehadiran masjid ini menjadi kebanggaan sekaligus memperkuat peran masyarakat Indonesia di Kanada.

"Saya menyaksikan perjalanan masjid ini sejak proses awal pembangunan hingga hari ini berdiri dengan indah. Semoga kehadirannya menjadi ruang yang mempererat persaudaraan, memperkuat peran masyarakat Indonesia di Kanada, sekaligus menjadi jembatan persahabatan Indonesia dan Kanada melalui nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan kemanusiaan," ujarnya.

Masjid Al-Ikhlas Centre menjadi masjid ketiga di luar negeri yang diwujudkan Cinta Quran Foundation setelah Jepang dan Australia.

Kehadirannya menandai berdirinya tiga masjid Indonesia di tiga negara dan tiga benua sebagai wujud kontribusi wakaf Indonesia bagi masyarakat Muslim dunia.

Baca Juga: Kampung di Yogya Sulap Ratusan Galon Bekas Jadi Dekorasi HUT RI, Cantik Sekaligus Ramah Lingkungan

Dewan Pembina Cinta Quran Foundation, Ustadz Fatih Karim, mengatakan pembangunan masjid ini bukan sekadar mendirikan bangunan ibadah, melainkan membangun harapan dan peradaban.

"Masjid Al-Ikhlas Centre adalah bukti bahwa ketika umat bersatu, batas negara bukan lagi penghalang untuk menghadirkan manfaat. Wakaf tidak hanya membangun masjid, tetapi juga membangun peradaban yang akan terus mengalirkan kebaikan lintas generasi," katanya.

Lebih dari sekadar tempat salat, Masjid Al-Ikhlas Centre akan dikembangkan menjadi Islamic Centre pertama Indonesia di Kanada Barat.

Fasilitas ini nantinya menjadi pusat pembelajaran Al-Qur'an, pembinaan keluarga, pengembangan generasi muda, kegiatan sosial, hingga ruang dialog lintas budaya bagi masyarakat multikultural di Kanada.

Pengembangan kawasan juga akan terus berlanjut. Cinta Quran Foundation berencana mengakuisisi properti di sebelah masjid untuk memperluas kompleks menjadi Islamic Centre yang lebih lengkap, mencakup pusat pendidikan Al-Qur'an, pembinaan keluarga, layanan sosial, hingga inkubasi kepemimpinan Muslim.

Berdirinya Masjid Al-Ikhlas Centre menjadi tonggak baru kontribusi Indonesia di tingkat global. Tak hanya melalui diplomasi, tetapi juga melalui gerakan wakaf yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat lintas negara.

Load More