- Masyarakat Indonesia di Kanada Barat meresmikan Masjid Al-Ikhlas Centre di Edmonton, Alberta, pada 1 Agustus lalu.
- Pembangunan masjid senilai Rp14,6 miliar ini didanai melalui gerakan wakaf kolaboratif yang melibatkan lebih dari 200.000 donatur.
- Fasilitas tersebut berfungsi sebagai pusat ibadah sekaligus dikembangkan menjadi Islamic Centre pertama untuk memperkuat persaudaraan umat.
Suara.com - Indonesia kembali menorehkan jejak di kancah internasional. Masjid Al-Ikhlas Centre resmi berdiri sebagai masjid pertama yang diinisiasi masyarakat Indonesia di Kanada Barat, menjadi simbol kuat semangat gotong royong, wakaf, dan dakwah yang melampaui batas negara.
Peresmian masjid yang berlokasi di Edmonton, Alberta, ini dilakukan pada Sabtu (1/8) waktu setempat, bertepatan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Masjid Al-Ikhlas Centre merupakan hasil inisiatif Indonesian Muslim Community in Edmonton (IMCE) yang didukung gerakan wakaf kolaboratif bersama Cinta Quran Foundation.
Pembangunannya berhasil terwujud berkat partisipasi lebih dari 200.000 wakif dari Indonesia dan berbagai negara, yang menghimpun dana mencapai CAD 1.140.446,09 atau sekitar Rp14,6 miliar.
Peresmian dihadiri oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia di Vancouver Nina Kurnia Widhi, Dewan Pembina Cinta Quran Foundation Ustadz Fatih Karim, pengurus IMCE, serta pasangan Nikita Willy dan Indra Priawan yang turut mengikuti rangkaian safari dakwah di Kanada.
Menurut Nina Kurnia Widhi, kehadiran masjid ini menjadi kebanggaan sekaligus memperkuat peran masyarakat Indonesia di Kanada.
"Saya menyaksikan perjalanan masjid ini sejak proses awal pembangunan hingga hari ini berdiri dengan indah. Semoga kehadirannya menjadi ruang yang mempererat persaudaraan, memperkuat peran masyarakat Indonesia di Kanada, sekaligus menjadi jembatan persahabatan Indonesia dan Kanada melalui nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan kemanusiaan," ujarnya.
Masjid Al-Ikhlas Centre menjadi masjid ketiga di luar negeri yang diwujudkan Cinta Quran Foundation setelah Jepang dan Australia.
Kehadirannya menandai berdirinya tiga masjid Indonesia di tiga negara dan tiga benua sebagai wujud kontribusi wakaf Indonesia bagi masyarakat Muslim dunia.
Baca Juga: Kampung di Yogya Sulap Ratusan Galon Bekas Jadi Dekorasi HUT RI, Cantik Sekaligus Ramah Lingkungan
Dewan Pembina Cinta Quran Foundation, Ustadz Fatih Karim, mengatakan pembangunan masjid ini bukan sekadar mendirikan bangunan ibadah, melainkan membangun harapan dan peradaban.
"Masjid Al-Ikhlas Centre adalah bukti bahwa ketika umat bersatu, batas negara bukan lagi penghalang untuk menghadirkan manfaat. Wakaf tidak hanya membangun masjid, tetapi juga membangun peradaban yang akan terus mengalirkan kebaikan lintas generasi," katanya.
Lebih dari sekadar tempat salat, Masjid Al-Ikhlas Centre akan dikembangkan menjadi Islamic Centre pertama Indonesia di Kanada Barat.
Fasilitas ini nantinya menjadi pusat pembelajaran Al-Qur'an, pembinaan keluarga, pengembangan generasi muda, kegiatan sosial, hingga ruang dialog lintas budaya bagi masyarakat multikultural di Kanada.
Pengembangan kawasan juga akan terus berlanjut. Cinta Quran Foundation berencana mengakuisisi properti di sebelah masjid untuk memperluas kompleks menjadi Islamic Centre yang lebih lengkap, mencakup pusat pendidikan Al-Qur'an, pembinaan keluarga, layanan sosial, hingga inkubasi kepemimpinan Muslim.
Berdirinya Masjid Al-Ikhlas Centre menjadi tonggak baru kontribusi Indonesia di tingkat global. Tak hanya melalui diplomasi, tetapi juga melalui gerakan wakaf yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat lintas negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol
-
Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak
-
Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah