Suara.com - Pelatih yang ditunjuk untuk menukangi PSM Makassar yakni Luciano Leandro direncanakan tiba di Makassar pada 6 Februari 2016, dan akan langsung menandatangani kontrak bersama tim "Juku Eja" hingga berakhirnya Indonesia Super Competition 2016.
"Luciano langsung kami sodori kontrak setelah tiba di Makassar pada Februari 2016. Memang tinggal masalah tanda tangan karena hal yang lain seperti nilai kontrak dan gaji sudah dibicarakan sebelumnya," kata Direktur Klub PSM Sumirlan di Makassar, Sabtu (30/1/2016).
Kepastian Luciano menangani PSM Makassar di ISC 2016 ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pagolona Sulawesi Mandiri yang menaungi PSM.
Ia menjelaskan Luciano ke Makassar juga sesuai rencana akan membawa tiga pemain dari negara asalnya, Brasil.
Tiga pemain yang siap diboyong Luciano untuk mengikuti seleksi demi bergabung dalam tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan itu yakni Jean Phelipe Dutra (bek), Alex da Silva de Souza (gelandang) serta Carlos Eduardo da Silva (striker).
"Kita tentu berhara Luciano mampu membawa dan mengangkat prestasi PSM lebih baik di kompetisi ISC. Kita juga meminta pelatih yang bersangkutan bisa menilai pemain yang memang dianggap mampu membantu tim," ujarnya.
Sementara itu, sejumlah kalangan menuntut sikap profesional Pelatih terpilih, Luciano Leandro, dalam masalah pemilihan dan penentuan pemain yang akan memperkuar tim "Juku Eja" menghadapi Indonesia Super Competition (ISC) 2016.
Tuntutan itu berdasarkan rencana Luciano Leandro untuk membawa tiga pemain dari Brasil untuk mengikuti seleksi di PSM Makassar.
"Luciano kabarnya siap membawa tiga pemain dari negara asalnya. Untuk itu kita minta Luciano bersikap sportif dan profesional untuk menentukan pemain yang memang dinilai mampu mengangkat prestasi tim ke depan," kata Sekretaris Red Gank Sadat.
Sebagai salah satu kelompok suporter PSM, pihaknya hanya memiliki satu harapan agar pemain yang memperkuat tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan ini memang memiliki potesi dan kualitas terbaik.
Sebab jika tidak memiliki kemampuan seperti yang diharapkan, maka status atau keberadaan pemain asing hanya akan menjadi beban dalam tim.
Hal senada juga diungkapkan Pengamat PSM Makassar, Faisal Maricar terkait keinginan Luciano Leandro memboyong tiga pemain dari negaranya. Ia menjelaskan, manajemen PSM memang sudah menyerahkan nasib pemain seleksi ke pelatih. Kondisi inilah yang harus diawasi agar tidak terjadi KKN dalam perekrutan pemain. (Antara)
Berita Terkait
-
Resmi! PSM Makassar Kembali Tunjuk Darije Kalezic Sebagai Pelatih
-
Gabung Persija Jakarta, Victor Dethan Datang dengan Modal Tak Sembarangan
-
Jelang Laga Penentuan Degradasi, PSSI Tiba-tiba Ganti Wasit Duel Madura United vs PSM
-
Tendang Achmad Jufriyanto, Suporter PSM Makassar Minta Maaf ke Persib Bandung
-
Persib Bandung Sampaikan Update Kondisi Pemain usai Diduga Diserang Oknum Suporter
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan