Suara.com -
Presiden klub Barcelona Josep Maria Bartomeu kemugkinan akan absen saat final Copa del Rey. Hal itu sebagai bentuk protes atas larangan para fansnya membawa bendera nasionalis Katalan di final.
Barca akan menyelesaikan laga domestik musim ini di saat mereka menghadapi juara Liga Europa Sevilla di Vicente Calderon di Madrid pada hari Minggu (22/5/2016).
Saat final Copa musim lalu, UEFA telah menjatuhkan denda menyusul berkibarnya bendera katalan. Kini Gubernur Madrid Concepcion Dancausa mengkonfirmasi bahwa mereka akan melakukan hal sama saat final nanti.
Pihak Barcelona pun melakukan protes karena bendera yang dikenal dengan sebutan "Estelada" yang menyimbolkan kemerdekaan Katalan, tidak diizinkan memasuki Stadion Vicente Calderon di Madrid saat final nanti.
FC Barcelona menyebut keputusan ini merupakan serangan terhadap kebebasan berekspresi, hak asasi semua individu untuk mengekspresikan ide-ide dan opini-opini secara bebas dan tanpa sensor.
Sementara Wakil Presiden Vilarrubi melihat Bartomeu mungkin tidak menghadiri acara sebagai bentuk protes "Kemungkinan presiden tidak akan pergi ke final bisa dipertimbangkan," kata Vilarrubi RAC1.
"Yang pasti adalah bahwa pemain akan berada di lapangan dan mencoba untuk meraih gelar ganda. Ini akan menjadi tidak proporsional untuk Barcelona untuk tidak memainkan pertandingan," ujarnya.
Vilarrubi menambahkan bahwa klub sedang mencari kemungkinan akan melakukan banding untuk melawan keputusan itu. "Jika kami harus mengambil langkah institusional, kami akan melakukannya." (Scoresway)
Berita Terkait
-
Niatnya Ramah, Barcelona Justru Dirujak Netizen Usai Beri Selamat ke Marcus Rashford
-
Victor Munoz, Rekrutan Baru Liverpool Jebolan Akademi Barcelona dan Real Madrid
-
Real Madrid Menangi Perburuan Bernardo Silva, Sepakati Kontrak Dua Tahun
-
Lupakan Rivalitas di Klub, Raphinha Sebut Vinicius Bisa Jadi Penentu Brasil Juara Piala Dunia 2026
-
Dikaitkan Gabung Barcelona, Agen Pastikan Alessandro Bastoni Bertahan di Inter Milan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey