Suara.com - Giampiero Ventura, pria 68 tahun yang belum pernah memenangi gelar utama, pada Selasa ditunjuk FIGC, Federasi Sepak Bola Italia, sebagai pelatih timnas Italia selanjutnya untuk menggantikan Antonio Conte setelah Piala Eropa 2016.
Penunjukan Ventura, yang telah diprediksi banyak pihak, dikonfirmasi oleh akun Twitter resmi timnas Italia. Conte akan meninggalkan posisi itu setelah Piala Eropa, untuk melatih di klub Liga Inggris Chelsea.
Ventura telah menjalani masa kerja kepelatihan yang panjang di Italia meski, terpisah dari satu musim di Napoli, ia tidak pernah bekerja di klub-klub terbesar seperti Inter Milan, AC Milan, atau Juventus.
Klub-klub yang pernah ia latih mencakup Sampdoria, Lecce, Cagliari, Venezia, Pisa, Bari, Verona, Messina, Udinese, dan Spezia. Ia belum pernah menjuarai Liga Italia atau Piala Italia, meski ia memimpin Lecce memenangi gelar Seri C (strata ketiga) pada 1996.
Bagaimanapun, ia mendapat banyak rasa hormat menyusul lima tahun di Torino ketika ia memimpin mereka keluar dari Serie B dan finis di papan tengah dan paruh atas Liga Italia.
Ia meninggalkan Torino dengan kesepakatan bersama pada akhir musim ini. (Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Saga Transfer Fenerbahce Siap Adu Kaya dengan Klub Arab Demi Rekrut Conte dan Maldini
-
Kevin De Bruyne Blak-blakan Kecewa dengan Antonio Conte
-
Bukan Allegri, Pelatih Ini Jadi Kandidat Terdepan Pengganti Antonio Conte di Napoli
-
Tak Seperti Rumor, Antonio Conte Tak Masuk Radar AC Milan
-
Isu Jadi Pelatih Italia, Antonio Conte Sentil Finansial FIGC: Sanggup Bayar Gaji Guardiola?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan