Suara.com - Manajemen PSM Makassar menjadwalkan perjalanan khusus ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk bertemu dengan dua pemain asing terkait kemungkinan bergabung dalam tim "Juku Eja" di Indonesia Super League (ISL) 2017.
"Rencananya pada 27 Desember 2017 ini saya akan berangkat ke Kuala Lumpur untuk melihat dua pemain asing yang tengah bersama pelatih Robert Rene Alberts," kata CEO PT PSM, Munafri Arifuddin di Makassar, Minggu (25/12/2016).
Mengenai kemungkinan kedua pemain asing itu untuk bergabung, manajemen tentu akan melihat dulu bagaimana potensi pemain yang bersangkutan.
Manajemen juga mengaku telah menyerahkan penilaian kepada Alberts tentang kelayakan memperkuat tim kebanggaan masyarakat Makassar dan Sulawesi Selatan pada kompetisi kasta tertinggi tersebut.
Menurut dia, PSM tetap akan menggelar seleksi terbuka untuk mencari pemain terbaik. Namun untuk agenda seleksi sendiri baru akan dilaksanakan bersamaan agenda pemusatan latihan di Bali.
"Untuk urusan pemain memang kita serahkan sepenuhnya ke pelatih. Jika mendapat rekomendasi, maka kami selanjutnya akan menindak lanjuti termasuk menawarkan kontrak," katanya.
Sementara itu, PSM mengaku mendukung regulasi empat pemain asing di ISL 2017.
Pada dasarnya, kata Munafri, pihaknya belum mendapatkan kepastian berapa pemain asing yang diperbolehkan memperkuat satu tim di ISL, namun tidak masalah jika bisa menggunakan empat asing seperti saat berlaga di Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016.
"Menurut informasi, kemungkinan tetap mempertahankan regulasi sebelumnya, yakni 3 plus 1. Tiga pemain asing dan satu pemain Asia. Namun kami masih menunggu meski kita siap jika kembali menggunakan regulasi awal," katanya.
Baca Juga: Usai Nobar Film 'Cinta Laki-Laki Biasa', Ini Harapan Sandiaga Uno
Jika regulasi tiga non Asia dan satu pemain asal Asia yang digunakan di ISL, kata Munafri, maka pihaknya masih membutuhkan tiga pemain setelah melepas para pemain sebelumnya seperti Kwon Jun (bek/Korsel), Ronald Hikspoor (gelandang/Belanda), serta Luiz Ricardo (striker/Brasil).
Sedangkan satu pemain lain, yakni Wiljan Pluim dipastikan tetap bergabung bersama tim Juku Eja di ISL setelah diputuskan untuk dipertahankan manajemen PSM karena kontribusinya yang besar.
"Jika begitu regulasinya (3 plus 1), maka kami akan memenuhi seluruh kuota yang dipersiapkan. Kami juga akan terus berupaya mendatangkan pemain asing yang memang bisa mengangkat prestasi tim kedepan," pungkas Munafri. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Data Pertumbuhan Ekonomi Solid, Rupiah Konsisten Menguat atas Dolar AS
-
Ekonomi RI Belum Lepas dari Jawa, Indonesia-sentris Tinggal Slogan?
-
Komisi III Tegaskan Tak Ada Surpres Pergantian Kapolri, Publik Diminta Tak Percaya Isu Menyesatkan
-
Nakes Beri Komentar Tak Berempati ke Pasien BPJS, Menkes: Hati Saya Sedih
-
Cuma Rp1 Jutaan, LG PuriCare AeroMini Pembersih Udara dengan HEPA Filter dan Smart Control
-
BPJS Bukan Simbol Kemiskinan: Melawan Stigma Kelas dalam Layanan Kesehatan
-
Pondok Pesantren Kini Boleh Kelola Dapur MBG Sendiri
-
Kronologi Kasus Deepfake AI di Jateng: Ditolak Mantan Pacar, Mahasiswa Semarang Sebar Konten Porno
-
Peternak Sapi Perah Indonesia Menua, Regenerasi Jadi Tantangan Besar Industri Susu
-
Kasus Yurizal dan Pelajaran Besar tentang Empati Tenaga Kesehatan di Era Media Sosial