Suara.com - Pemain Arema FC Hanif Sjahbandi merupakan satu dari 26 pemain yang dipanggil untuk mengikuti seleksi timnas U-22 oleh Luis Milla Aspas. Di Arema, sang pemain biasa mengisi lini tengah. Namun di bawah Milla, Hanif dimainkan sebagai bek.
Diberikan posisi berbeda, bagi Hanif bukanlah masalah. Pemain berusia 19 tahun itu mengaku siap ditempatkan di posisi manapun yang diinginkan pelatih.
"Tidak masalah main di mana baik gelandang atau bek, saya siap dipasang di mana saja. Materi Luis Milla cenderung ke teknik dasar jadi tak masalah," kata Hanif usai sesi latihan di lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, Rabu (8/3/2017).
Terkait adaptasi, Hanif mengaku mulai terbiasa dengan metode yang diterapkan oleh Milla.
"Adaptasi, semua pemain terlihat sudah bisa main cepat, fisik dan stamina juga tak ada masalah," jelasnya.
Lebih lanjut, Hanif optimistis soal peluangnya masuk dalam tim inti timnas U-22 Indonesia. Namun, Hanif menyerahkan keputusan itu sepenuhnya kepada pelatih.
"Yakin bisa masuk, tapi saya serahkan kepada pelatih. Yang terpenting saya sudah berikan kemampuan yang terbaik," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan