Suara.com - Tottenham Hotspur dapat memberikan hantaman psikologis lainnya terhadap pemuncak klasemen Liga Inggris Chelsea dengan mengalahkan mereka pada pertandingan semifinal Piala FA pada 22 April mendatang di Wembley, kata penyerang Harry Kane.
Chelsea, yang unggul sepuluh angka atas tim peringkat kedua Tottenham pada Maret, menelan dua kakalahan dari empat pertandingan terakhir mereka di liga, termasuk kekalahan 0-2 dari Manchester United pada Minggu, sehingga keunggulan mereka hanya menjadi empat angka dengan enam pertandingan liga tersisa.
"Itu dapat menjadi hal psikologis yang besar," kata Kane kepada media Inggris.
"Tentu saja itu adalah kompetisi yang berbeda maka itu sulit untuk dikatakan, namun itu merupakan pertandingan besar bagi kami... Jika kami menang pada pekan depan itu dapat memberikan lebih banyak keraguan pada benak mereka terkait Liga Inggris." Kane mengatakan Tottenham menjalani musim luar biasa namun mendesak rekan-rekan setimnya untuk tidak mengendurkan tekanan.
"Jika Anda melihat ke klasemen, 71 angka dengan enam pertandingan tersisa merupakan hal luar biasa. Kami harus meyakinkan bahwa kami menyelesaikan dengan kuat -- ini belum selesai," kata Kane.
Kemenangan terakhir Tottenham atas Chelsea di Piala FA terjadi pada 1982, namun mereka mengalahkan sang pemuncak klasemen dengan skor 2-0 ketika kedua tim bertemu di liga di White Hart Lane pada Januari. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara
-
Pavel Nedved Si Meriam Ceko: Jenderal Lapangan Tengah dengan Tendangan Roket Mematikan
-
Metode Matematika Prediksi Cristiano Ronaldo Menangis di Final Piala Dunia 2026, Siapa Juaranya?