Suara.com - Laga lanjutan Liga 1 antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Manahan, Solo, Jumat (3/11/2017) berjalan tidak sampai selesai.
“Maung Bandung” memutuskan tidak melanjutkan pertandingan saat laga memasuki menit ‘82.
Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengakui sangat dirugikan oleh wasit. Banyak keputusan yang dibuat oleh pengadil lapangan tersebut dianggap merugikan timnya.
Ia mengklaim, salah satu keputusan yang paling kontroversial terjadi pada menit ‘27. Ketika itu, pemain Persib Ezechiel N'Douassel memasukkan bola ke gawang Persija. Namun, wasit tidak menganggapnya sebagai gol.
"Saya bicara jujur, semua lihat saya punya data. Jaring gawang sampai goyang, ini murni gol. Jadi mohon maaf tadi penalti juga 50:50. Ini yang 100 persen masuk bolehlah berenti kalau ada pelanggaran, tapi ini pertandingan tetap lanjut. Saya merasa ternyata lebih bagus wasit lokal," kata Umuh, seusai pertandingan.
"Tadi pas ditanya wasit tidak melihat padahal dia ada di depan, ini aneh. Saya sangat menyesal, padahal pertandingan ini sangat ditunggu dari suporter Persija dan Persib. Ini harusnya fair, kita kalah ya kita kalah. Tapi ini keterlaluan masalah wasit. Kenapa berenti saya kecewa," tambah Umuh.
Umuh melanjutkan, timnya telah dirugikan oleh kepemimpinan wasit. Oleh karenanya, dia memutuskan untuk menarik anak asuhnya ke luar lapangan dan tak melanjutkan pertandingan.
"Percuma kalau pertandingan laniut, kita pasti tidak menang, kita pasti dihancurkan. Tapi yang paling kecewa adalah 100 persen gol kita tidak disahkan," tambahnya.
Baca Juga: Kasus e-KTP, KPK Kembali Periksa Yorrys Raweyai
"Setelah ini kami akan bikin surat ke PT LIB dan PSSI lakukan protes keras masalah yang 100 persen gol. Karena dapet gol tidak disahkan, wasit ini lebih buruk dari wasit lokal," pungkasnya.
Pertandingan berakhir tidak sampai dengan selesai. Wasit lantas memutuskan Persija keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0 lewat gol penalti yang dicetak oleh Bruno Lopes menit 75.
Berita Terkait
-
Wasit Tiup Peluit, Macan Kemayoran Kalahkan Maung Bandung di Solo
-
Sorakan dan Caci-maki Mewarnai Pemanasan Tim Persib Bandung
-
Barracuda Pengangkut Tim Persib Sempat Dilempari Botol Minuman
-
Cerita Jakmania Sempat Ditimpuki dalam Perjalanan Menuju Solo
-
Diminta Persib, Tim Akan Naik Kendaraan Taktis ke Stadion Manahan
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Lionel Messi Jadi Pemain Pertama yang Tampil di 6 Piala Dunia
-
Hattrick Perdana di Piala Dunia, Lionel Messi Antar Argentina Menang 3-0 atas Aljazair
-
Cetak Hattrick Lawan Aljazair, Lionel Messi Samai Rekor Raja Gol Sepanjang Masa Piala Dunia
-
Jelang Debut Bersejarah di Piala Dunia 2026, Kapten Yordania Tegaskan Skuadnya Tanpa Beban
-
Kylian Mbappe Lampaui Rekor Gol Lionel Messi di Piala Dunia
-
Tottenham Masuk Perburuan Sandro Tonali, Newcastle United Pasang Harga Selangit
-
Kylian Mbappe: Kalau Mau Bungkam Semua Kritikus, Saya Harus Main Sampai Umur 80 Tahun
-
Kalah dari Prancis, Edouard Mendy Sesalkan Senegal yang Gagal Tingkatkan Level Permainan
-
Son Heung-min Jadi Korban Ejekan, Timnas Korea Selatan Boikot Media di Piala Dunia 2026
-
Cristiano Ronaldo Jelang Laga Pertama Portugal di Piala Dunia 2026: Saatnya Berikan Segalanya