Suara.com - Direktur Utama Persija Gede Widiade sebagaimana diketahui kembali mempimpin sebuah klub lagi. Pengusaha asal Surabaya telah menjadi CEO klub Liga 2 Persika Karawang.
Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono merespon hal tersebut. Menurutnya, tidak jadi masalah asalkan Gede bisa mengatur secara profesional keduanya.
"Gak sampai ke statuta, tetapi ini kan beda kasta ya di internal mereka lah yang harusnya atur, kan menyangkut kapasitas yang bersangkutan. Ini sepak bola sering dikaitkan dengan masalah komunitas, fans, dan sebagainya, Pak Gede sendiri yang bisa jawab," kata Joko usai Kongres Tahunan PSSI, Sabtu (13/1/2018).
Jokdri sapaan akrabnya menambahkan tidak ada larangan dari PSSI terkait permasalahan itu. Oleh karena itu, PSSI membebaskan lantaran tidak ada dalam statuta.
"Bukan kami yang atur karena yang berdangkutan berkompetisi di lebel berbeda, boleh atau tidak. Ini menyangkut kinerja. Klub itu unsurnya pemain pelatih trmasuk pengurus, jadi konektivitas dengan klub jadi sepak bola unik bukan perusahaan biasa," tambahnya.
"Saya pasti menduga itu jadi pertimbangan sendiri tak cuma Pak Gede, bukan benar atau salahnya tapi menyangkut masalah maksimilasisi seseorang untuk bisnisnya, bagaimana fans x memuja klubnya yang sebenarnya elemen klub itu ada di tempat lain," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Baru Tahu Jakmania Boikot Persija, Shin Tae-yong Kirim Pesan
-
Jakmania Boikot Persija, Rizky Ridho Akhirnya Angkat Bicara: Kami Butuh Kalian!
-
Gonjang Ganjing Persija Jelang Kick Off Super League, Diboikot Jakmania Manajemen Ambil Langkah Ini
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan