Suara.com - Penyerang PS Tira, Alexander Rakic menyebut gol penyeimbang kedudukan ke gawang Persib merupakan sebuah keberuntungan.
"Laga pertama di liga memang cukup sulit bagi tim. Tapi kami bermain dengan fighting spirit yang tinggi selama 90 menit hingga akhirnya beruntung bisa mencetak gol telat di menit akhir," ujar Rakic seusai pertandingan, Senin (26/3/2018).
Dalam pertandingan perdana melawan Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rakic menjadi pahlawan bagi tim berjuluk The Young Army usai mencetak gol di menit akhir.
Gol Rakic pada menit 90+5 memupus kemenangan tuan rumah yang hanya tinggal di depan mata. Hingga peluit akhir dibunyikan skor menjadi imbang 1-1.
Rakic memuji tekanan yang diberikan suporter tuan rumah. Selama bermain di berbagai negara, ia baru pertama kali merasakan atmosfer yang diberikan penonton.
"Saya ingin ucapkan tentang sepakbola Indonesia. Saya sudah bermain di berbagai negara, suporter (di sini) sangat bagus, sangat enjoy bermain di sini. Euforianya luar biasa," kata dia.
Sementara itu Pelatih PS Tira, Rudi Eka Priambada, memuji permainan anak-anak asuhnya yang tampil militan sepanjang pertandingan.
Menurut dia, raihan satu poin ini sangat berharga bagi timnya, terlebih bermain di kandang lawan.
"Sangat berharga sekali. Kita patut bersyukur kita bermain kerja keras, cukup baik," kata dia. (Antara)
Baca Juga: Lima Cara Atasi Stres untuk Pengantin Baru
Berita Terkait
-
Bocor! Eks Real Madrid dan AFC Ajax Disebut Bakal Gabung Persib Bandung
-
Kata-kata Mike van der Hoorn yang Dirumorkan Gabung Persib Bandung
-
Alfeandra Dewangga Resmi Tinggalkan Persib, Ungkap Alasan Berat di Balik Keputusannya
-
Bersih-bersih Usai Juara! Persib Bandung Depak Striker Spanyol
-
Persija Jakarta Dikaitkan dengan Gelandang Jepang dan Eks Kiper Persib
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey