Suara.com - Bayern Munich menatap laga leg pertama perempatfinal Liga Champions 2017/2018 kontra Sevilla, Rabu (4/4/2018) dini hari WIB, dengan rekor buruk setiap jumpa tim-tim Spanyol dalam beberapa musim terakhir. Meski demikian, pelatih Bayern, Jupp Heynckes kali ini optimis terkait kans The Bavarians.
Bayern akan sowan ke Estadio Ramon Sanchez Pizjuan dini hari nanti. Heynckes pun mencoba untuk tak mempercayai kutukan bagi timnya ketika berjumpa dengan klub Spanyol di pentas Liga Champions.
Sebagai informasi, dalam empat musim terakhir, Bayern selalu tersingkir oleh tim Spanyol. Bayern disingkirkan Real Madrid di fase semifinal 2013/2014, Barcelona di semifinal 2014/2015, Atletico Madrid di semifinal 2015/2016, dan Real Madrid lagi di perempatfinal 2016/2017.
Tak percaya dengan kutukan Spanyol tersebut, Heynckes pun mencoba mengingat kembali kemenangan Bayern atas Real Madrid dan Barcelona.
"Saya tak percaya kutukan itu, Pada 2012, Bayern pergi ke Real Madrid dan menyingkirkan mereka. Musim selanjutnya, dengan segala hormat ke Barcelona, kami memainkan sepakbola terbaik di Eropa, kami menang 4-0 di kandang dan 3-0 di Camp Nou!" celoteh Heynckes seperti dimuat Soccerway.
"Itu cukup menunjukkan bahwa setiap tahun berbeda dan statistik empat tahun terakhir tak berkaitan dengan laga ini (melawan Sevilla). Statistik tinggal statistik, sejarah tinggal sejarah.Kami optimis menatap dua leg kontra Sevilla ini," imbuh der trainer veteran tersebut.
"Kami sangat menghormati Sevilla. Mereka mungkin tak sepopuler tim lainnya yang masih ada di kompetisi ini, tapi mereka sangat kuat," tandasnya.
Bayern melaju ke perempatfinal usai mengandaskan juara Turki, Besiktas, sementara Sevilla membuat kejutan dengan menyingkirkan Manchester United di perdelapanfinal.
Baca Juga: Adu Tajam Ronaldo dengan Bomber Setengah Matang Juventus
Berita Terkait
-
Perjuangan Marselino Ferdinan Dimulai, Operasi Lutut Langkah Pertama Comeback ke Timnas Indonesia
-
Habiskan Rp6 Triliun dalam 3 Tahun, Klub Milik Orang Indonesia Ini Santai Hadapi Ancaman Sanksi UEFA
-
Jurnalis Ini Diciduk Polisi Gegara Laporan Rumor Transfer Pemain, Kok Bisa?
-
Lawan Tim yang Diperkuat Polisi Berusia 50 Tahun, Bayern Munich Menang Telak 15-0
-
Persija Tawar Kontrak Fantastis Eks Bek Liga Champions Radovan Pankov, Klub Polandia Tak Berkutik
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara