Suara.com - Timnas Argentina memetik hasil buruk di laga matchday 2 Grup D Piala Dunia 2018. Bertanding di Stadion Nizhny Novgorod, Jumat (22/6/2018) dini hari WIB, Albiceleste -julukan Timnas Argentina- tumbang dengan skor telak 0-3!
Kemenangan telak nan sensasional ini pun meloloskan Kroasia ke babak 16 besar. Di sisi lain, kans Argentina untuk melenggang ke fase gugur berada dalam bahaya besar akibat kekalahan memalukan ini.
Berikut lima fakta menarik dari laga Argentina vs Kroasia dini hari tadi, seperti dilansir Opta:
1. Kekalahan 0-3 dari Kroasia adalah kekalahan terbesar Argentina di fase grup pentas Piala Dunia dalam 60 tahun! Ya, tepatnya sejak dipermak Cekoslowakia 1-6 pada Piala Dunia 1958 Swedia.
2. Kekalahan atas Kroasia ini juga merupakan kekalahan pertama Argentina di babak fase grup Piala Dunia dalam 12 pertandingan terakhir. Terakhir kali Albiceleste tumbang di babak penyisihan grup adalah pada Piala Dunia 2002. Kala itu, Argentina takluk 0-1 dari musuh bebuyutannya, Inggris, lewat gol penalti David Beckham.
3. Argentina kebobolan di dua pertandingan pertama mereka di Piala Dunia 2018 (Argentina bermain imbang 1-1 dengan Islandia pada laga matchday 1). Ini juga menjadi yang pertama kali sejak Piala Dunia 1986, di mana kala itu Argentina menang 3-1 atas Korea Selatan dan seri 1-1 melawan Italia.
4. Kroasia sukses menapaktilas raihan manis mereka di Piala Dunia 1998, di mana Vatreni -julukan Timnas Kroasia- memenangi dua pertandingan awal mereka. Di Piala Dunia 2018, Kroasia sukses mengalahkan Nigeria 2-0 dan tentunya Argentina 3-0 pada dua laga awal mereka di Grup D. Sementara di Piala Dunia 1998, Kroasia kala itu menang 3-1 atas Jamaika dan 1-0 atas Jepang pada dua laga awal mereka di babak fase grup. Kroasia sendiri tampil fenonemal di Prancis '98, di mana mereka keluar sebagai juara ketiga turnamen.
5. Playmaker Kroasia Luka Modric sebelumnya belum pernah mencetak gol untuk negaranya di pentas Piala Dunia, di mana ia sejatinya menjadi bagian skuat Vatreni di Piala Dunia 2006 dan Piala Dunia 2014. Namun, kali ini bintang Real Madrid itu sukses mencetak gol secara back-to-back di dua laga awal Piala Dunia 2018. Modric mencetak satu dari tiga gol Kroasia ke gawang Argentina (dua gol lainnya dicetak Ante Rebic dan Ivan Perisic), serta mencetak gol lewat titik putih saat Kroasia mengalahkan Nigeria di matchday 1 Grup D.
Berita Terkait
-
Detik-detik Menegangkan Lionel Messi Tersungkur Diterjang Fans dan Sekuriti di Puerto Rico
-
Alexis Mac Allister Dirumorkan Gabung Manchester United, Sang Ayah Beri Jawaban
-
Cerita Lain di Balik Rusuh Saat Lionel Messi ke India, De Paul Ngamuk-ngamuk
-
Bedah Taktik John Herdman, Calon Pelatih Timnas Indonesia: Bangun Serangan dari Belakang
-
Antar Prancis Juara Piala Dunia 2018, Samuel Umtiti Malah Alami Depresi, Kenapa?
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Skandal! Dean James Punya 2 Paspor? NAC Breda Desak KNVB Selidiki
-
Serius Go Global, Futsal Indonesia Bangun Koneksi di Spanyol
-
Arahan FIFA, AFC Resmi Hentikan Bidding Tuan Rumah Piala Asia yang Diikuti Indonesia
-
FIFA Pastikan ASEAN Cup akan Digelar pada September-Oktober 2026
-
Siapa Marco Giampaolo? Eks AC Milan yang Resmi Jadi Pelatih Emil Audero
-
FIFA Tegaskan Sepak Bola sebagai Alat Perdamaian di Tengah Konflik Global
-
Profesionalisme Tingkat Tinggi: Kisah Hugo Ekitike Rela Lebaran di Pesawat Demi Liverpool
-
Pascal Struijk Pamer Tato Garuda Usai Asisten Timnas Indonesia Berkunjung ke Leeds, Kode Gabung?
-
Satu Posisi Penting di Timnas Indonesia Era John Herdman Justru Masih Kosong
-
Rival Timnas Indonesia Pusing, Pelatih Bulgaria Kekurangan Pemain Jelang FIFA Series 2026