Suara.com - Laga Kolombia vs Inggris di Otkritie Arena, Rusia, Rabu (4/7) dini hari WIB, menjadi penutup rangkaian babak 16 Besar Piala Dunia 2018. Hingga 45 menit pertama, kedua tim masih bermain ketat tanpa gol.
Pada pertandingan ini, Kolombia terpaksa tak bisa diperkuat mega bintangnya, James Rodrigruez. Gelandang Bayern Munich ini absen lantaran cedera.
Inggris sendiri menerapkan skema klasik 3-5-2. Manajer Timnas Inggris, Gareth Southgate menurunkan para pemain yang sama sebagai starter seperti kala mengalahkan Tunisia, 2-1, di penyisihan Grup G, 18 Juni lalu.
Jalannya Pertandingan
Sejak awal pertandingan Inggris berinisiatif lebih dulu melancarkan serangan. Namun, masih bisa dipatahkan benteng pertahanan Kolombia yang dikawal kuartet Santiago Arias, Davinson Sanchez, Yerry Mina, dan Johan Mojica.
Kolombia sendiri lebih banyak mengandalkan serangan balik yang cepat. Strategi ini terbentur transisi dari menyerang ke bertahan yang cepat yang dilakukan para pemain Inggris.
Baca Juga: Indonesia Open 2018: Owi / Butet Melenggang ke Babak Kedua
Laga baru berjalan lima menit, penjaga gawang Kolombia, David Ospina, mendapat ujian pertamanya dengan menepis tendangan bebas Ashley Young.
Hadiah ini diberikan wasit menyusul handball yang dilakukan Yerry Mina saat hendak mencoba membayang-bayangi laju Raheem Sterling di sisi kanan pertahanan Kolombia.
Selang beberapa menit kemudian, peluang emas dimiliki Harry Kane. Sayang, sundulan kapten The Three Lions—julukan Inggris—menyambut umpan Kieran Trippier, masih belum menemui sasaran yang tepat.
Hingga 15 menit pertama Inggris tercatat mendominasi pertandingan dengan persentase 56 persen berbanding 44 persen milik Kolombia.
Di pertengahan babak pertama, para pemain Kolombia mulai tampil menekan. Namun, pasukan Jose Pekerman masih kesulitan untuk menemukan celah di lini pertahanan Inggris.
Pada menit 41, lagi-lagi Inggris memiliki peluang membuka keunggulan. Kali ini, lewat tendangan bebas.
Trippier yang menjadi eksekutor belum mampu menjebol gawang Ospina. Bola sepakannya masih sedikit menyamping di sisi kanan gawang.
Baca Juga: Tak Ingin Cari Alasan, Jonatan Akui Kalah "Ilmu" dari Axelsen
Berita Terkait
-
Pascal Struijk Lebih Pilih Inggris Ketimbang Timnas Indonesia Andai Gagal Bela Belanda
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini: Arsenal Vs Chelsea Jadi Sorotan, Manchester City Lawan Leeds United
-
Nyawa Hampir Dicabut Malaikat Izrail, Striker Inggris Ini Lanjutkan Karier di Liga Qatar
-
Performa Gacor, Brentford Perpanjang Kontrak Keith Andrews hingga 2032
-
Dwi Sasetyaningtyas Bangga Anak Berpaspor Inggris, Emang Boleh Ortu WNI Pilihkan Anak Jadi WNA?
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
Hasil Akhir: Gol Telat Roman Paparyha Bawa Persis Solo Menang Dramatis
-
Dipanggil PSSI! 3 Wonderkid Persib Gabung TC Timnas Indonesia U-20 di Surabaya
-
3 Laga 8 Hari! Dewa United Dihajar Jadwal Neraka, PSSI Beri 'Bantuan' Jelang Duel Asia
-
Pelatih Almeria Ingin Rekrut Cristiano Ronaldo
-
Jelang Duel Papan Atas BRI Super League, Persija Jakarta Punya Keyakinan Lebih Libas Borneo FC
-
Percaya Diri Tinggi, Ramon Tanque Optimis Raih Kemenangan Lawan Persebaya Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
-
Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Tertantang Gabung Tim Super League Terancam Degradasi