Suara.com - Pelatih PSM Makassar Robert Rene Albert mengajukan protes terkait pertandingan timnya melawan Bhayangkara FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (15/7/2018). Rene Albert protes lantaran tidak adanya siaran langsung untuk laga tersebut.
Protes tersebut dilakukan oleh Rene Albert melalui akun Instagram miliknya. Menurutnya, tidak adanya siaran langsung untuk PSM merupakan sebuah skandal yang tidak dibenarkan.
Padahal, tim berjuluk Juku Eja itu sudah sepakat pindah kandang ke Bali. Itu karena lampu di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging tidak sesuai standar yang diterapkan regulasi Liga 1 dan sulit melakukan siaran langsung.
"Minggu lalu kita diberitahu tidak bisa main di Makassar saat malam hari karena sistem pencahayaan tidak sesuai. Kita meminta bermain Pukul 15.30, tapi PT LIB beritahu tidak bisa, dengan alasan pertandingan kita live di televisi."
"Tapi, kita baru tahu kalau pertandingan ini tidak live di televisi. Ini adalah sebuah skandal. Pertanyaan besar muncul kenapa PSM tidak diizinkan main di kandang, di Makassar," tulis Rene Albert di akun instagramnya.
Memang pertandingan yang dimenangi oleh PSM dengan skor 2-1 itu tidak tayang secara langsung di televisi nasional. Namun, laga itu tetap disiarkan langsung di televisi berbayar dan juga streaming.
Televisi nasional hanya menayangkan laga tersebut secara delay. Alasannya, televisi yang menayangkan laga tersebut tidak bisa ditonton di Makassar. PT LIB lewat pun mencoba menanggapi keluhan pelatih PSM soal tidak adanya siaran langsung dalam laga itu.
"Pelatih PSM mengeluhkan soal stasiun televisi kan, live streamingnya. Jadi gini, itu pertandingan tetep disiarkan di Indihome, Oange TV dan di Matrix (TV berbayar). Tidak di O'Channel karena, itu kan cakupannya Jabodetabek, jadi tidak mungkin masyarakat Makassar bisa melihatnya, streaming pun kualitas gambarnya XD," ujar Media dan Publik Relation Manajer PT LIB Hanif Marjuni saat dihubungi wartawan.
"Jadi kalau itu tidak disiarkan di TV salah, karena disiarkan di TV berbayar. Nah, kalau pun streaming kan tetap bisa dinikmati masyarakat Makassar dengan kualitas dan cara pengambilan gambar yang sama dengan HD. Artinya proses dan hasilnya sebenarnya untuk TV, tapi juga ditampilkan secara streaming," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster
-
Bhayangkara FC Lepas 12 Pemain, Termasuk Bintang Berlabel Timnas Indonesia
-
Resmi! PSM Makassar Kembali Tunjuk Darije Kalezic Sebagai Pelatih
-
Ryo Matsumura Tinggalkan Persija, Cedera dan Masa Peminjaman Jadi Awal Perpisahan
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Tim SAR dan K-9 Dikerahkan Bantu Pencarian Korban Gempa NTT
-
Gempa M 7,7 Guncang NTT, BNPB Minta 6 Kabupaten Segera Tetapkan Status Darurat
-
Pergeseran Tragedi dalam Novel Mary Shelley dan Film Frankenstein (2025)
-
1.725 Paket Sembako Disiapkan untuk Masyarakat Terdampak Bencana di NTT
-
9 Rekomendasi Facial Wash untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
-
Bobby Nasution Tegur Pejabat Pematangsiantar Pakai Mobil Dinas di Hari Libur
-
5 Rekomendasi Day Cream Lokal dengan SPF untuk Melindungi Kulit Wajah
-
BRI Peduli Tanggap Bencana Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi Flores
-
Pemprov NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Selama 14 Hari
-
Ambulans Udara hingga Dokter Terbang: Salah Kaprah Pemerintah Sikapi Masalah