Suara.com - Madura United FC menaklukkan PS Tira 3-1 pada laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2018 putaran kedua yang digelar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (3/8/2018).
Gol klub sepak berjuluk "Laskar Sape Kerrap" itu dicetak oleh Slamet Nurcahyo di menit ke-46 dan gol kedua oleh Fabiano da Rosa Beltram di menit ke-79.
Pada menit ke-82, Slamet kembali menambah satu gol, sehingga Madura total mencetak tiga gol selama 90 menit laga berlangsung.
Sedangkan gol PS Tira dicetak oleh R Abu Bakar di menit ke-39. Gol tunggal klub ini berlangsung hingga babak kedua berakhir.
Sejak awal permainan, kedua tim sebenarnya sama-sama menggencarkan serangan, baik tim tuan rumah maupum tim tamu.
PS Tira lebih mampu menguasai keadaan, sehingga pada menit ke-39 berhasil mencetak gol. Tim tuan rumah berupaya mengejar ketertinggalan, akan tetapi tidak berhasil hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, "Laskar Sapi Kerrap" terjun dengan penuh semangat. Fabiano Beltram dan kawan-kawan terus menggencarkan serangan dari sayap kiri dan kanan dengan memanfaatkan kelincahan pemain tengah Slamet Nurcahyo.
Upaya "Laskar Sape Kerrap" ternyata membuahkan hasil. Pada menit ke-46 Slamet berhasil membobol gawang PS Tira, sehingga skor berubah menjadi 1-1.
Pada menit ke-79 Madura kembali berhasil menambah gol, melalui tendangan pinalti Fabiano Da Rosa Beltram setelah terjadi pelanggaran di depan gawang PS Tira, sehingga skor berubah menjadi 2-1 untuk Madura United.
Baca Juga: Bhayangkara FC Pecundangi PSMS di Stadion PTIK
Meski unggul satu gol, Madura terus menggencarkan serangan ke jantung pertahanan PS Tira. Pada menit ke-82 Slamet Nurcahyo kembali berhasil menambah gol, sehingga skor berubah menjadi 3-1 untuk Madura United dan skor ini berlangsung hingga babak kedua usai.
Dengan kemenangan ini, maka Madura United FC beralih ke posisi kedua klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2018 dengan raihan 30 poin, sedangkan PS Tira tertahan di zona merah dengan raihan 18 poin.
"Kemenangan ini berkat kerja keras dan perjuangan yang serius semua tim untuk memenangkan pertandingan," ujar Pelatih Madura United FC Mario Gomes de Oliviera seusai pertandingan. (Antara)
Berita Terkait
-
Bela Beckham, Marc Klok: Tak Ada Manfaat Bullying Pemain Timnas
-
Updata Kondisi Pemain Persib Bandung usai Libur Lebaran, Kebugaran Terjaga?
-
Awas Persib Bandung, Borneo FC akan Berjuang Hingga Akhir untuk Gelar Juara
-
Heran Kritik Netizen, Bojan Hodak: Beckham Putra Layak di Timnas Indonesia!
-
Layvin Kurzawa dan Thom Haye Absen Latihan, Ini Penjelasan Bojan Hodak
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
4 Pemain Tertinggi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Elkan Baggott Paling Menonjol
-
'Kejanggalan' Pemilihan Pemain Timnas Indonesia, John Herdman Beri Penjelasan
-
Respons Elkan Baggott Lihat Timnas Indonesia Kini Penuh Pemain Top
-
Debut di FIFA Series, John Herdman Langsung Bicara Target Piala Dunia 2030
-
Bela Beckham, Marc Klok: Tak Ada Manfaat Bullying Pemain Timnas
-
Kegilaan Duel Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis, Laga Rp100 Miliar kontra Rp11 Miliar
-
Juara FIFA Series 2026 akan Dapat Trofi? Simak Faktanya
-
Justin Hubner Alami Insiden Pesawat Mengerikan di Balik Keterlambatannya Gabung Timnas Indonesia
-
Misteri Terpecahkan! Ini Alasan Dean James Dicoret Timnas Indonesia di Tengah Polemik KNVB
-
Psywar Pelatih Bulgaria, Sebut Timnas Indonesia Hebat Sebelum Era Naturalisasi