Suara.com - Final Piala AFF U-16 antara Indonesia vs Thailand diprediksi berlangsung ketat. Sebagai tuan rumah, Indonesia tentunya tidak ingin melepas peluang untuk mengukir sejarah dengan meraih gelar pertama di turnamen ini.
Sebagaimana diketahui, tim nasional U-16 Indonesia belum sekalipun mencicipi gelar turnamen ini. Sejak Piala AFF U-16 digelar pada 2002 silam, posisi runner up menjadi prestasi terbaik yang diraih Indonesia.
Di Piala AFF U-16 2013, Indonesia berhasil melaju ke partai final setelah menyingkirkan Australia di semifinal. Namun di partai puncak, Indonesia yang tampil gemilang harus merelakan gelar kepada Malaysia yang menang dalam drama adu penalti.
Tahun ini, Indonesia kembali tampil di partai puncak. Peluang emas untuk mengukir prestasi ini tentunya tidak akan dilepaskan begitu saja oleh pelatih Fakhri Husaini, meski sebelum-sebelumnya mantan pemain timnas Indonesia itu tidak pernah membebankan anak-anak asuhnya dengan target.
Menghadapi Thailand, Indonesia bisa dikatakan memiliki catatan yang lebih baik di turnamen kali ini. Lima pertandingan di fase grup dilahap tim berjuluk Garuda Asia dengan lima kemenangan.
Lima laga di Grup A itu ditutup Indonesia dengan 15 poin, 21 gol dan tiga kali kebobolan.
Sedikit berbeda dengan tuan rumah, Thailand yang merajai Grup B gagal mendulang poin sempura di setiap laga. Dari empat pertandingan yang dilakoni, Thailand membukukan tiga kemenangan dan satu hasil imbang saat menghadapi Laos.
Dari empat pertandingan, total, para pemain Thailand melesakan 12 gol dengan dua kali kebobolan.
Meski demikian, Indonesia tetap tak bisa meremehkan tim dari Negeri Gajah Putih itu. Karena fakta menyebut Thailand tidak pernah kalah di 90 menit pertandingan dari lima partai final yang sudah mereka lalui.
Baca Juga: Prabowo Bobok, Ada Titiek Soeharto di Dalam Rumah
Dari lima partai final, Thailand sukses memenangkan tiga diantaranya. Yaitu Piala AFF U-16 tahun 2007, 2011 dan 2015. Sedangkan dua diantaranya, yaitu kontra Myanmar pada tahun 2005 dan Vietnam pada 2017, Thailand tumbang lewat drama adu penalti.
Dari segi prestasi, Thailand memang unggul. Akan tetapi skuat Indonesia saat ini boleh dibilang sangat berbahaya. Kecepatan pemain sayap macam Supriadi dan Fajar Fathur Rachman yang kerap mendapat pasokan bola dari Brylian Neghieta bisa menjadi ancaman serius.
Belum lagi keganasan top skor sementara Piala AFF U-16 saat ini, Amiruddin Bagus Kahfi. 12 gol yang dicetaknya dari enam pertandingan, dipastikan akan menjadikan dirinya sebagai target pemain belakang Thailand di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (11/8/2018).
Berita Terkait
-
Prediksi Indonesia vs Thailand Malam Ini, Siapa Lebih Berpeluang Juara?
-
Dapat Perlawanan Sengit, Timnas Indonesia Sikat Kazakhstan 3-0
-
Eks Bomber Belanda Kecam Aksi Brutal Ole Romeny: Kelemahan Striker Timnas Indonesia
-
Sandy Walsh Blak-blakan Jelang Kick Off Super League, Senggol 4 Pemain Persib Ini
-
Gagal ke Final Piala AFF 2026, Singapura Tetap Bangga Bisa Pulangkan Timnas Indonesia
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Anjing Pitbull Lepas Serang Bocah 9 Tahun di Bandung, Korban Luka Parah di Kepala dan Telinga
-
AMPB Pastikan Masyarakat Pati yang Bertemu DPR Hari Ini Bukan Pihaknya
-
Prabowo Ingin Penerjun Bebas Atasi Karhutla Riau: Pertama Kali dalam Sejarah
-
Geliat Musik Keras di Magnumotion Loud Fest, dari Hijaber hingga Aksi Cadas Seringai
-
Kadet Mundur Diduga karena Hijab, DPR: Aturan Unhan Tidak Melarang!
-
Tolak Perfect Woman Syndrome: Saatnya Perempuan Hidup Realistis dan Merdeka
-
Update Gempa NTT: Korban Meninggal Tembus 100 Orang, Luka Berat Tak Tertolong
-
Gugat Dosa Struktural Negara, FIAD Nyatakan Indonesia Darurat Keadilan
-
Hadir di Coinfest Asia 2026, COIN Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Aset Digital Tepercaya
-
Terima Audiensi Masyarakat Pati yang Tolak Demo, DPR: Tak Harus Selalu Turun ke Jalan