- Timnas Mesir merupakan penguasa Piala Afrika dengan rekor tujuh gelar juara sepanjang sejarah kompetisi kontinental tersebut.
- Skuad berjuluk The Pharaohs ini dipimpin kapten Mohamed Salah dan telah berpartisipasi tiga kali di Piala Dunia.
- Mesir mengandalkan taktik serangan balik cepat dan kombinasi pemain berpengalaman untuk menjaga stabilitas performa tim nasionalnya.
Suara.com - Timnas Mesir dikenal sebagai salah satu kekuatan klasik di Afrika dengan sejarah panjang serta prestasi gemilang di level kontinental.
Mesir menyandang status sebagai raja Piala Afrika berkat koleksi tujuh gelar juara, terbanyak sepanjang sejarah kompetisi tersebut.
Dominasi ini membuat mereka hampir selalu masuk dalam daftar unggulan di setiap turnamen Afrika.
Namun, perjalanan mereka di Piala Dunia belum terlalu bersinar. Partisipasi Mesir tergolong jarang dengan penampilan terakhir terjadi pada edisi 2018 di Rusia.
Dalam beberapa tahun terakhir, Mesir berupaya membangun ulang kekuatan tim dengan mengombinasikan pemain senior dan talenta muda.
Skuad ini dipimpin oleh bintang Liverpool FC, Mohamed Salah. Selain itu, ada pula Omar Marmoush yang kini merumput bersama Manchester City.
Julukan: The Pharaohs
Pelatih: Hossam Hassan
Kapten: Mohamed Salah
Ranking FIFA: 29
Penampilan di Piala Dunia: 3 kali (Terakhir tahun 2018)
Performa Terkini
Dalam 5 laga terakhir:
Menang: 2
Seri: 1
Kalah: 2
Highlight: Mesir memperlihatkan performa cukup stabil di kualifikasi zona Afrika dengan lini depan yang produktif serta pertahanan yang terorganisir dengan baik.
Baca Juga: Pekerja Stadion SoFi Los Angeles Gugat FIFA Jelang Kick Off Piala Dunia 2026 Karena Ini
Pemain Kunci
Mohamed Salah (Winger): Pemimpin tim sekaligus bintang utama yang mengandalkan kecepatan, ketajaman penyelesaian akhir, dan pengalaman di level tertinggi.
Omar Marmoush (Striker): Penyerang fleksibel dengan mobilitas tinggi, kuat dalam duel individu, serta mampu menciptakan ruang dan mencetak gol dari berbagai situasi.
Kekuatan dan Kelemahan
Mesir identik dengan permainan yang terstruktur rapi dan disiplin tinggi. Mereka cenderung mengusung pendekatan pragmatis dengan mengandalkan serangan balik cepat.
Peran Mohamed Salah menjadi sangat krusial sebagai motor serangan. Kecepatan serta kemampuan individu lini depan menjadi senjata utama dalam membongkar pertahanan lawan.
Kini, kehadiran Marmoush memberikan dimensi tambahan berkat kecepatannya dan kemampuan finishing yang mumpuni.
Selain itu, pengalaman tampil di level internasional membuat tim ini cukup matang dalam mengontrol jalannya pertandingan.
Meski demikian, ketergantungan besar terhadap Mohamed Salah masih menjadi titik lemah.
Ketika performa pemain yang bersinar di Liverpool tersebut menurun, produktivitas gol tim ikut terdampak.
Di sisi lain, kreativitas lini tengah terkadang kurang variatif saat menghadapi lawan dengan pertahanan rapat.
Fakta Menarik
- Juara Piala Afrika terbanyak (7 kali)
- Penampilan pertama di Piala Dunia: 1934 sebagai tim Afrika pertama yang tampil
- Salah satu kekuatan terbesar dalam sejarah sepak bola Afrika
Berita Terkait
-
Nils Liedholm: Gelandang Elegan nan Garang, Pahlawan Swedia di Piala Dunia 1958
-
Johan Manzambi Yakin Timnas Swiss Jadi Kuda Hitam Piala Dunia 2026, Meski Sama Sekali Tak Dijagokan
-
4 Bintang Muda Asia Siap Guncang Piala Dunia 2026, Nestory Irankunda Hingga Ibrahim Sabra
-
Daftar Musisi Pembukaan Piala Dunia 2026, Ada Katy Perry
-
Pesan Haru Lionel Messi Agar Neymar Kembali Jadi Tulang Punggung Brasil di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey