Suara.com - Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono menjelaskan penyebab kompetisi masih berjalan saat bergulirnya Piala AFF 2018. Masalahnya, kompetisi yang masih berjalan itu berimbas pada persiapan timnas Indonesia yang kurang maksimal di Piala AFF 2018.
Berbeda dari Indonesia, di negara-negara lain khususnya Asia Tenggara, kompetisi yang dilakukan sudah selesai sejak lama. Terkait itu, Jokdri --sapaan akrab Joko Driyono-- mengakui sulit menyelesaikan kompetisi tepat waktu pada musim 2018 ini.
Menurut Jokdri, adanya Piala Dunia dan Asian Games 2018 menjadi salah satu penyebabnya. Namun, meski kompetisi terbilang berbenturan dengan program tim nasional, PSSI mengapresiasi klub yang masih mau melepas pemainnya ke timnas.
"Tahun 2018 ini kita jadwalkan liga berjalan di Januari-Februari, tapi malah akhirnya awal April karena beberapa hal. Kemudian ada Piala Dunia dan Asian Games," kata Joko Driyono seusai acara drawing Piala Indonesia, Sabtu (10/11/2018).
"Tidak mudah juga memang buat tim nasional dan liga. Teman-teman klub dedikasinya sangat luar biasa, mau melepas pemain dalam situasi yang sulit," jelasnya.
Ditambahkan Jokdri, PSSI ke depannya berjanji akan memperbaiki jadwal kompetisi saat adanya benturan dengan Piala AFF 2018. Sebab, ajang paling bergengsi di Asia Tenggara itu berlangsung dua tahun sekali.
"Ini sama seperti 2016 lalu, (di mana) timnas mengalami masalah tak mudah. Bukan tidak kami ketahui (bahwa) yang ideal kompetisi selesai sebelum AFF. Tapi 2018 ini situasinya sulit untuk dihindari. Mudah-mudahan 2020 kami bisa atur dengan baik," pungkasnya.
Berita Terkait
-
PSSI Targetkan Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Masa Depan John Herdman Jadi Sorotan
-
Rizky Ridho Dicoret dari Timnas Indonesia, PSSI Geram: Itu Hoax, Belum Ada Daftar Resmi
-
Mitchell Baker Satu-satunya Pemain yang Selamatkan Muka Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Saya Raja! Sesumbar Kim Sang-sik Usai Bawa Vietnam Juara Piala AFF 2026
-
Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan