Suara.com - Patut dicontoh, pemain sekaligus kapten Manchester City, Vincent Kompany, melakukan gerakan hebat. Bek asal Belgia itu akan menyumbangkan separuh bayarannya untuk membantu para tunawisma yang ada di Manchester.
Untuk merealisasikan gerakan itu, Vincent Kompany telah bekerja sama dengan Walikota Manchester, Andy Burnham. Lebih lanjut, gerakan itu telah diberi nama Tackle4MCR.
''Saya telah menerima banyak hal di Manchester. Karier hebat di level klub, dukungan tanpa syarat dari penggemar, serta keluarga yang menyenangkan dan banyak lagi yang harus saya syukuri,'' ungkap pemain 32 tahun itu, seperti dikutip dari Sportbible.
''Selama dekade terakhir, saya beruntung telah menyaksikan dan berperan dalam kebangkitan Manchester City sebagai klub dan merek. Ini juga berjalan paralel bersamaan dengan bangkitnya seluruh wilayah Manchester,'' katanya menambahkan.
Vincent Kompany menilai, jumlah tunawisma yang ada di Manchester makin meningkat tiap tahunnya. Peningkatan ini seiring dengan lambatnya proses adaptasi seseorang menuju perkembangan yang lebih pesat.
''Semakin banyak orang yang tersingkir dan tidak memiliki akses ke manfaat dari perkembangan pesat, seringkali membuat mereka tidak punya pilihan selain berakhir di jalanan,'' tandas Kompany.
''Dan inilah mengapa walikota kami Andy Burnham dan saya telah meluncurkan Tackle4MCR. Sebuah gerakan yang akan berdiri dengan kakinya sendiri dan gerakan yang dapat berhasil, jika semua orang berperan,'' lanjutnya.
Menariknya, Vincent Kompany juga berhasil mengumpulkan 216.000 poundsterling (sekitar Rp 3,9 miliar) pada peluncuran Tackle4MCR, Rabu (6/2/2019). Bahkan mantan pemain Timnas Inggris, Gary Lineker, membeli salah satu baju Kompany seharga 13.000 pundsterling (Rp 236 juta).
Semua itu bertujuan untuk menggalang dana demi para tunawisma di Manchester. Hebat Vincent Kompany! (Bolatimes)
Baca Juga: Vincent Kompany Terciduk Mengumpat Usai Tekel Keras Mohamed Salah
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Minta Maaf, Ini Langkah Transjakarta Usai Viral Turunkan Penumpang Tunawisma karena Bau
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Rahasia Gelap Mantan Tunawisma di Balik Minimarket yang Merepotkan!
-
Lawan Tim yang Diperkuat Polisi Berusia 50 Tahun, Bayern Munich Menang Telak 15-0
-
Seru! Fabrizio Romano vs Florian Plettenberg Saling Serang Gegara Yan Diomande
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan