Suara.com - Manchester City memang tampaknya melenggang mudah menuju babak perempatfinal Piala FA 2018/2019 usai menekuk tuan rumah Newport County 4-1 pada laga putaran kelima di Rodney Parade, Minggu (17/2/2019) dini hari WIB.
Meski demikian, manajer Man City, Pep Guardiola mengakui jika perlawanan yang ditampilkan Newport, yang merupakan klub League Two alias kompetisi kasta keempat di Inggris, membuatnya terkesan.
Youngster Man City, Phil Foden tampil apik untuk Man City pada laga dini hari tadi dengan mencetak brace. Sementara dua gol The Citizens lainnya dicetak Leroy Sane dan Riyad Mahrez.
Menurut Pep, terlepas dari kemenangan cukup telak yang berhasil diraih Man City, Newport mampu memberi perlawanan yang sengit.
Pep mengaku terkesan, lantaran Newport tidak mencoba tampil defensif, meski tentunya sadar betul soal perbedaan kualitas yang mereka miliki dengan Man City.
"Saya benar-benar terkesan, suporter tuan rumah sungguh luar biasa. Saya terkejut. Di sini saya merasa jika sepakbola Inggris lebih baik dari sebelumnya dan betapa pentingnya Piala FA bagi tim seperti mereka. Benar-benar pengalaman sepakbola yang amat berkesan buat saya pribadi," buka Guardiola seperti dilansir ESPN.
"Ini adalah pertandingan yang sangat sulit. Mereka luar biasa, mereka tidak mencoba untuk tampil defensif sejak menit awal. Kami merasa akan lebih mudah saat skor 2-0 (untuk keunggulan Man City), tapi kemudian mereka mencetak gol dan itu adalah permainan yang khas dari laga seperti ini," celotehnya.
"Saya juga ingin memuji profesionalitas para pemain saya. Mereka menunjukkan kepada semua orang betapa luar biasanya mereka. Saya ingin memberi pujian yang luar biasa besar kepada para pemain saya yang tampil pada hari ini," tutur eks pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu.
"15-20 menit pertama adalah momen yang sulit. Mereka (Newport) bermain lebih baik daripada kami dalam situasi bola panjang. Tapi, di babak kedua kami bisa membuat beberapa penyesuaian dengan skema bermain," tuntasnya.
Baca Juga: Cetak Gol Kemenangan Barcelona atas Valladolid, Messi Ukir Rekor Fenomenal
Berita Terkait
-
Resmi! Bernardo Silva Gabung Real Madrid, Rekrutan Anyar Jose Mourinho
-
Fakta Mencengangkan di Balik Brace Erling Haaland Saat Norwegia Hajar Irak 4-1
-
Thomas Tuchel Nasihati Elliot Anderson untuk Tetap Rendah Hati
-
Real Madrid Menangi Perburuan Bernardo Silva, Sepakati Kontrak Dua Tahun
-
Berstatus Bebas Transfer, Juventus Pertimbangkan Rekrut John Stones
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Timnas Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Dibantai Jepang
-
Kuota 11 Pemain Asing di Super League Tak Berubah, League Cup Masih Jadi Tanda Tanya
-
Malut United dan Adhyaksa FC Diisukan Ganti Nama, I.League Ingatkan Ancaman Pengurangan Poin
-
Hasil Piala Dunia 2026, Jepang Kesetanan Bantai Tunisia 4-0
-
Piala Dunia 2026: Bintang Paraguay Terancam Skors 10 Laga Usai Kartu Merah Kontroversial
-
Jonathan Tah Makin Yakin Jerman Juara Piala Dunia 2026 Usai Lolos 32 Besar
-
Hasil Jepang vs Tunisia: Samurai Biru Mudah Cetak Gol Kilat di Babak Pertama
-
Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Kiper Curacao Eloy Room Pernah Juara Piala KNVB Bareng Kevin Diks
-
John Herdman Tak Sempat Nonton Piala Dunia 2026 Demi Timnas Indonesia
-
Comeback Dramatis Lawan Pantai Gading, Jerman Akhiri Kutukan 16 Tahun di Piala Dunia