Suara.com - Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Ratu Tisha Destria mengatakan, tim nasional U-22 Indonesia (Timnas U-22) memanggil tujuh pemain baru untuk menjalani pemusatan latihan (TC) menjelang kualifikasi Piala U-23 Asia 2020.
"Pemanggilan itu didasarkan pada arahan tim kepelatihan. Tujuannya agar timnas U-22 semakin kompetitif di kualifikasi Piala U-23 AFC 2020," ujar Ratu Tisha di Jakarta, Kamis (28/2/2019).
Ratu Tisha sendiri tidak merinci para pemain yang dipanggil tersebut. Namun, dia memastikan tiga di antaranya merumput di luar negeri. Ketiganya adalah Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk, Polandia), Saddil Ramdani (Pahang FA, Malaysia) dan Ezra Walian (RKC Waalwijk, Belanda).
Ketiga nama tersebut sejatinya sudah dipanggil sejak persiapan Piala U-22 AFF 2019, tetapi tidak bisa bergabung karena tidak mendapatkan izin dari klub.
Ratu Tisha memastikan Egy dan Saddil dipastikan akan bergabung dengan tim, sementara Ezra masih menunggu persetujuan klub.
"Kami meminta mereka bergabung pada tanggal 4 Maret 2019. Namun penerbangan mereka bisa saja tanggal 5 atau 6 Maret 2019. Tinggal menunggu kepastian Ezra," tutur Ratu Tisha.
Dengan demikian, Indonesia memiliki total 30 pemain untuk menjalani pemusatan latihan (TC) menjelang kualifikasi Piala U-23 Asia 2020 di Vietnam, termasuk 23 pemain yang membawa Indonesia juara Piala U-22 AFF 2019 beberapa waktu lalu.
Anak-anak asuh pelatih Indra Sjafri itu berada di Jakarta selama 10 hari dan setelah itu melanjutkan TC di Bali sampai berangkat ke Vietnam.
Timnas U-22 Indonesia berada di Grup K kualifikasi Piala U-23 Asia 2020 yang digelar di Vietnam. Skuat Garuda Muda satu grup dengan Thailand, Brunei Darussalam dan tuan rumah Vietnam.
Pertandingan pertama Indonesia adalah menghadapi Thailand pada 22 Maret 2019. Piala U-23 Asia 2020 sendiri akan berlangsung di Thailand pada Januari 2020.
Tiga tim teratas di turnamen ini akan langsung lolos ke Olimpiade 2020 di Tokyo bersama Jepang sebagai tuan rumah Olimpiade. PSSI sendiri menargetkan timnas U-22 Indonesia lolos ke putaran final Piala U-23 Asia 2020. [Antara]
Berita Terkait
-
Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija
-
Timnas Indonesia Bakal Turun dengan Kekuatan Penuh di FIFA ASEAN Cup, Negara Tetangga Was-was
-
Prestasi Merosot, Timnas Indonesia Mulai Kehilangan Kepercayaan Suporter?
-
Deretan Kemenangan Epik Timnas Indonesia di Momen Perayaan HUT RI 17 Agustus
-
Jakarta Mulai Bersiap, 2 Lapangan Disiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana