Suara.com - Training camp (TC) alias pemusatan latihan Timnas Senior Indonesia di Australia harus tertunda. Hal itu dikarenakan belum beresnya visa keberangkatan sebagian pemain.
Hal tersebut menyebabkan keberangkatan skuat Timnas Senior Indonesia untuk menggelar pemusatan latihan di Australia harus tertunda dari jadwal yang telah ditetapkan. Semula, tim asuhan Simon McMenemy dijadwalkan akan berangkat pada Jumat (8/3/2019), namun hal itu tidak bisa dilakukan.
Meski demikian, Kepala Hubungan Media dan Promosi Digital PSSI, Gatot Widakdo menyebut penundaan tidak akan berlangsung lama. Belum beresnya visa dikarenakan adanya Hari Raya Nyepi yang jatuh pada hari ini, Kamis (7/3/2019).
Apabila visa telah keluar pada Jumat (8/3/2019), skuat Timnas Senior Indonesia akan berangkat ke Australia pada keesokan harinya.
"Memang, keberangkatan tim ke Perth, Australia tertunda. Karena administrasi visanya belum selesai," ujar Gatot Widakdo saat dihubungi wartawan.
Saat ini, skuat Timnas Senior Indonesia sudah berkumpul dan berlatih sementara waktu di Jakarta. Semula, Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan dijadwalkan kumpul di Bali.
"Tim langsung ke Jakarta untuk menjalani program latihan secara tertutup. Mudah-mudahan Insya Allah, Sabtu besok berangkat. Kami sudah upaya maksimal," terangnya.
Timnas Senior Indonesia dijadwalkan menggelar TC di Australia hingga 17 Maret 2019. Kemudian dilanjutkan di Bali sampai dengan 21 Maret mendatang.
Selanjutnya, Timnas Senior Indonesia akan menyambangi Myanmar untuk beruji coba. Pertandingan tersebut rencananya bakal digelar 25 Maret 2019 pada laga bertajuk FIFA matchday.
Baca Juga: Tumbangkan PSG dan Lolos ke 8 Besar, Manchester United Torehkan Sejarah
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Asap Karhutla Kepung Bandara Nabire, Dua Penerbangan Gagal Terbang
-
Ahli UMJ Sebut Penggeledahan Rumah Febrie di Sentul Tetap Sah, Wilayah Hukum Bukan Penghalang
-
Aging Population dan Gen Z yang Terjepit Generasi Sandwich
-
Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Nabire, Dua Pesawat Batal Beroperasi
-
Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia
-
Kalimantan Membara, Ridwan Andi Wittiri Desak Evaluasi Total Karhutla: Ini Soal Nyawa Rakyat
-
Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut
-
Bung Ropan Ubah Pernyataan soal Rizky Ridho, Peluang ke Timnas Indonesia Masih Terbuka
-
Sempat Ingin Berhenti demi Orang Tua, Kasman Kini Jadi Jembatan Bahasa di Industri Nikel Obi
-
Siapkan 1.000 Pengacara dan Digitalisasi Data, PPP Mulai Panaskan Mesin Hadapi Pemilu 2029