Suara.com - Penyerang Atletico Madrid Diego Costa diganjar hukuman skorsing delapan kali pertandingan La Liga oleh Komite Kompetisi Federasi Sepak Bola Spanyol karena menghina wasit setelah mendapat kartu merah ketika Atletico Madrid dikalahkan Barcelona 2-0 pada 7 April kemarin.
Menurut laporan resmi panitia pertandingan, pemain berusia 30 tahun itu memaki dan berteriak ke arah wasit Jesus Gil Manzano dan juga memegangnya beberapa kali setelah diberi kartu merah di menit ke-28.
Menurut laporan yang dibuat ofisial usai pertandingan, Costa menyebut Manzano anak seorang pelacur.
"Pada menit ke-28, pemain Diego Costa diusir lapangan karena ia dengan lantang mengatakan saya anak seorang pelacur," bunyi laporan pertandingan seperti dimuat Dailymail beberapa waktu lalu.
Dengan hukuman tersebut, berakhir sudah musim kompetisi tahun ini bagi Costa karena pertandingan hanya tersisa tujuh pertandingan lagi. Larangan bertanding tersebut terdiri atas empat kali karena melanggar Pasal 94 aturan liga, yaitu mengeluarkan kalimat menghina atau menyerang.
Empat hukuman lagi karena melanggar Pasal 96, yaitu melakukan kekerasan ringan dalam bentuk fisik kepada wasit.
Tidak hanya Costa, Atletico juga kena getahnya. Atletico dijatuhi denda sebesar 2800 euro. Selain hukuman skorsing, Costa juga diharuskan membayar denda sebesar 6000 euro.
Baik klub Atletico maupun Costa diberi waktu selama sepuluh hari untuk mengajukan banding. (Antara)
Baca Juga: Hukuman Berat Menanti Diego Costa Usai Hina Wasit
Berita Terkait
-
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?
-
Barcelona Siapkan Opsi Alternatif di Tengah Sulitnya Negosiasi Julian Alvarez
-
Fans Atletico Madrid Bakar Jersey Usai Julian Alvarez Terang-terangan Ingin Tinggalkan Klub
-
Tikung Real Madrid, Barcelona Dikabarkan Sepakat Boyong Julian Alvarez dari Atletico
-
Atletico Madrid Tolak Tawaran Rp2,69 Triliun dari Real Madrid untuk Julian Alvarez
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih