Suara.com - Pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy memiliki dua target untuk timnya saat menjalani dua laga uji coba internasional. Yaitu melawan Yordania dan Republik Vanuatu pada 11 Juni serta 15 Juni 2019.
Untuk pertandingan melawan Yordania, Indonesia akan melakoni laga away. Sementara melawan Vanuatu, akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Sebagaimana diketahui, Simon McMenemy membawa 21 pemain untuk dua uji coba itu. Ada dua target yang diingin oleh pelatih asal Skotlandia ini.
Yang pertama, ia ingin melihat perkembangan skuat asuhannya, serta menjadikan uji coba ini sebagai simulasi untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022 serta Kualifikasi Piala Asia 2023.
"Pertama, kami harus memastikan pemain perform sesuai yang kami inginkan. Kedua, kami mau ada persiapan yang bagus, anggap ini sebagai simulasi untuk pertandingan kualifikasi Piala Dunia," kata Simon McMenemy usai latihan, Jumat (7/6/2019) malam.
"Saya mau pemain itu tahu apa yang harus mereka lakukan ketika berada di lapangan dan ketika di luar lapangan," ia menambahkan.
Simon McMenemy menjelaskan mengapa hanya membawa 21 pemain untuk uji coba ini. Eks juru racik Bhayangkara FC itu menilai sudah cukup dengan pemain-pemain yang ada sekarang.
"Untuk 21 pemain saya rasa sudah lebih dari cukup. Kami di Yordania tidak lama. Saya rasa 21 pemain sudah cukup untuk cover 2-3 pemain yang cedera," ungkapnya.
Baca Juga: Amankan Lalu Lintas dan Pemudik Bermobil, Korlantas Dibantu INTAN
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Makin Canggih tapi Jangan Terlalu Percaya, 92 Ribu Serangan Menyamar sebagai Layanan AI
-
Sidang Febrie Adriansyah: Ahli UGM Sebut Trading in Influence Belum Bisa Jadi Pasal Dakwaan
-
Saksi Lihat Kepulan Asap Saat Pesawat Sukhoi Keluar Jalur, Nyaris ke Jalan Raya
-
4 Mesin Cuci Hemat Listrik Terbaik: Watt Kecil, Fitur Canggih
-
Ulasan Novel False Beat, Kisah Manajer Amatir dan Vokalis Band Berwajah Dua
-
Bukan Adegan Film! Aksi Spiderman Lompat dan Hantam Jake Lang Pelaku Pembakar Al Quran
-
Gaji PPPK Guru Bakal Dibayar Pusat, Bagaimana Nasib Nakes?
-
Bongkar Aktor Intelektual Karhutla, DPR Desak Audit Korporasi Pelaku Pembakaran Hutan
-
RAPBN 2027: Defisit Anggaran Turun, Tapi Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 876 Triliun
-
Asap di Udara Kita, Uangnya di Bank Mereka: Hipokrasi Kebakaran Kalimantan