Suara.com - Kiper Sampdoria, Emil Audero Mulyadi terciduk tengah pulang kampung. Kabar tersebut tersebar lewat jejaring sosial media salah satunya yakni dari akun Twitter @insidelombok_.
Kiper yang musim lalu disebut sebagai penjaga gawang terbaik Eropa versi Opta, jamak diketahui memiliki darah Indonesia, tepatnya dari Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Nah, beberapa waktu lalu, kiper yang katanya sempat jadi incaran Arsenal itu pulang kampung. Kepulangannya ke kampung halaman itu sempat diabadikan dan tersebar ke jejaring sosial media.
Dalam foto yang beredar, Audero terlihat santai mengenakan baju tanpa lengan dan celana pendek motif army. Dalam foto tersebut Audero tampak duduk bersama dua wanita yang urung diketahui apakah sanak saudaranya atau neneknya.
Namun dalam keterangan foto tersebut, lokasi mudik kiper Sampdoria tersebut berada di Kauman, Praya, Lombok Tengah.
Ditambahkan bahwa, Audero kerap mudik tiap kali ada jeda musim di kompetisi Eropa.
Unggahan itupun dengan segera mendapat sambutan kocak dari netizen.
"di luar di panggil emil di indo di panggil mas mul," cuit akun @Wirawiriw3.
"pulang terus suruh bantu bantu di sawah, pas nyangkul tangannya kram. Cidera deh," kata akun @roodytabootie.
Baca Juga: Kalah dari Sampdoria, Gattuso Tetap Percaya Milan Bisa ke Liga Champions
Akun @MuhamadJauhar17 minta Audero segera dinaturalisasi. "udah langsung naturalisasi, wkwkwk lumayan kan dapet kiper luar biasa. Di Sampdoria gacor dia," katanya.
Yap, musim lalu merupakan penampilan perdananya bersama Sampdoria mengarungi kompetisi Serie A. Melakoni debutnya bersama skuat Blucerchiati, Audero membuat kejutan dengan masuk sebagai salah satu kiper terbaik di Eropa.
Tercatat ia sempat masuk sebagai kiper dengan presentase penyelamatan tertinggi di lima liga top Eropa. Hingga Oktober musim lalu, ia mencatatkan 87,5 persen penyelamatan sukses dan menjadi yang tertinggi di liga-liga kelas wahid Eropa.
Berita Terkait
-
Pascakebakaran, Desa Adat Sade Dikebut Pulih Jelang Peak Season MotoGP
-
Ikan Kiamat Muncul di Lombok Usai Gempa NTT, Pakar Singgung Dampak Perubahan Iklim
-
Tinjau Kebakaran Desa Sade, Aksi Zita Anjani Disindir Warganet
-
167 Bangunan Hangus, Ini 4 Tahap Skenario Pemerintah Pulihkan Desa Adat Sade
-
Sade Terbakar, Identitasnya Jangan: Memaknai Ulang Konsep Pemulihan Wisata Budaya
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan
-
3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna