Suara.com - Krzysztof Piatek memang jadi fenomena tersendiri di Liga Italia Serie A musim lalu. Mulai musim 2019/2020, penyerang berusia 24 tahun itu pun resmi akan memakai nomor keramat 9 di skuat AC Milan.
Sebelumnya, Piatek memang merupakan nama yang asing di persepakbolaan Eropa.
Digaet Empoli pada bursa transfer musim panas tahun lalu, penyerang internasional Polandia itu berhasil mengemas 13 gol untuk timnya di semua kompetisi pada paruh pertama musim 2018/2019.
Baru setengah musim, Piatek pun langsung diakuisisi AC Milan pada bursa transfer Januari 2019 dengan banderol 35 juta euro.
Meski performanya cenderung menurun di akhir musim, Piatek total masih bisa menyumbangkan 11 gol untuk AC Milan dari 21 laga di semua ajang. Not bad!
Mengenakan nomor 19 pada enam bulan pertamanya berkostum Rossoneri --julukan AC Milan, Piatek pun resmi dianugerahi nomor keramat 9 mulai musim 2019/2020.
Di skuat AC Milan, nomor 9 pernah dipakai striker-striker top pada zamannya, mulai dari Marco van Basten, George Weah, Roberto Baggio, Patrick Kluivert, hingga Filippo Inzaghi.
Meski demikian, beberapa nama terakhir pengguna nomor 9 di AC Milan bisa dibilang flop. Sebut saja Alexandre Pato, Fernando Torres, Gonzalo Higuain hingga Andre Silva.
Apa pun itu, legenda hidup AC Milan, Andriy Shevchenko meyakini jika Piatek layak mengenakan nomor 9 di AC Milan.
Baca Juga: AC Milan Resmi Gaet Rade Krunic dari Empoli, Dikontrak Lima Tahun
"Dia (Piatek) sudah jelas pantas mendapatkan jersey nomor 9. Dia jelas layak mengenakan nomor legendaris tersebut di skuat Milan saat ini," buka Shevchenko kepada Gazzetta dello Sport.
"Cara dia masuk Milan, dengan kealamiannya, dengan gol-gol penting yang sudah dia cetak," lanjut legenda Timnas Ukraina yang kini menjadi pelatih negaranya tersebut.
"Itu adalah dampak yang besar dan sekarang tepat kalau Kris juga memiliki tanggung jawab akan sebuah kaus yang penting," tuntasnya.
Seperti halnya Piatek, Sheva --sapaan akrab Shevchenko-- juga merupakan penyerang maut oportunis yang haus gol pada eranya.
Meski demikian, Sheva melegenda di AC Milan dengan nomor punggung 7, bukan 9.
Berita Terkait
-
Ruben Amorim Ungkap Momen Penyesalan di Manchester United, Kini Siap Move On Bareng AC Milan
-
Tak Ikut Sesi Latihan, Christian Pulisic Berpotensi Absen Saat Amerika Serikat Lawan Australia
-
Ruben Amorim Resmi Jadi Pelatih Baru AC Milan, Ambisinya Terwujud
-
Here We Go! Bukan Arne Slot, AC Milan Pilih Pecatan Manchester United sebagai Pelatih Baru
-
Zlatan Ibrahimovic Sebut Dirinya Lebih Lengkap daripada Erling Haaland
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Tingkatkan Kenyamanan Peserta, BPJS Kesehatan Resmikan Layanan PIONIR di Kantor Cabang Mataram
-
Ulasan Cafe Minamdang: Penyamaran Dukun Palsu Bongkar Aksi Kejahatan
-
Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik
-
Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem
-
Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix
-
Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?
-
Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia
-
Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara
-
Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia
-
Investor Enggan Masuk, Proyek Storage Minyak Nasional Jalan di Tempat