Suara.com - Fullback veteran Persija Jakarta, Ismed Sofyan memberikan imbauan kepada para pendukung setia timnya, Jakmania, jelang pertandingan leg kedua final Piala Indonesia kontra tuan rumah PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta, Minggu (28/7/2019).
Persija sowan ke Makassar, Ismed ingin agar Jakmania bisa tertib dan tidak terprovokasi saat menonton langsung laga hidup-mati tersebut.
Ya, Jakmania pasti bakal hadir di laga tersebut mengingat gelar juara menjadi taruhannya. Meski, di stadion nanti Jakmania tentu tidak akan terlalu banyak, mengingat keterbatasan kapasitas Andi Mattalatta.
Jika melihat regulasi yang ada, pendukung tim tamu mendapat jatah 5 persen dari kapasitas tempat duduk stadion tuan rumah.
Itu berarti, dari kapasitas Stadion Andi Mattalatta yang berjumlah 15 ribu penonton, slot yang disiapkan untuk Jakmania tentu tidak sampai 1.000.
Ismed sendiri berpesan kepada Jakmania yang berangkat ke Makassar agar bisa menjaga diri masing-masing. Selain itu, pemain bernomor punggung 14 tersebut ingin Jakmania menghindari provokasi yang kemungkinan bermunculan.
"Siapa pun yang datang ke sana, walaupun kuota dibatasi, saya hanya berpesan bisa jaga ketertiban di sana, bisa menjaga keselamatan, jangan sampai terprovokasi dengan hal-hal yang merugikan diri sendiri," tutur Ismed.
"Di sana juga saya pikir akan lebih save, karena pihak kepolisian akan lebih banyak untuk menjaga pertandingan ini," sambung sang pemain saat ditemui di lapangan PS AU, Halim Perdanakusuma.
"Saya berharap juga mereka bisa berhati-hati karena mereka berada di daerah orang, yang kita tidak tahu seperti apa. Yang penting support datang ke stadion dengan baik-baik, tertib, tidak terprovokasi, Insha Allah bisa pulang dengan selamat," celoteh Ismed.
Baca Juga: Manajer Persija: Bonus Mungkin Cair jika Kita Juara Piala Indonesia
Persija sendiri sejatinya sudah selangkah lagi memastikan gelar juara Piala Indonesia 2018.
Seperti diketahui, Macan Kemayoran --julukan Persija-- punya modal kemenangan 1-0 dari pertandingan leg pertama yang dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 21 Juli 2019 lalu.
Berita Terkait
-
Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija
-
Shin Tae-yong Tak Mau Persija Loyo di Super League, Fisik Pemain Digenjot Habis-habisan
-
Ferry Paulus Kabulkan Permintaan Persija Jamu Persib Duluan di Stadion GBK
-
Shin Tae-yog Boyong Persija TC ke Thailand, Satu Pemain Keturunan Ditinggal Gegara Ini
-
3 Pemain Baru Persija Jakarta Bocor, Ada Asing dan Naturalisasi
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi