Bola / Bola Indonesia
Senin, 09 September 2019 | 22:55 WIB
Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy (kanan) berbincang dengan pemain Timnas Stefano Lilipaly (tengah) dan Irfan Bachdim sebelum berlatih di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (1/9/2019). Latihan tersebut sebagai persiapan melawan Timnas Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 5 September mendatang dalam rangka kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy angkat bicara soal rivalitas Indonesia dengan tim dari Asia Tenggara. Menurut pelatih asal Skotlandia itu, rivalitas Indonesia dengan semua lawan yang dihadapi sama. Karena targetnya hanya satu, yaitu memenangkan pertandingan.

Sebagaimana diketahui, timnas Indonesia menghadapi Malaysia di laga perdana Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022 pada 5 September lalu. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, skuat Garuda kalah dengan skor 2-3.

Gagal mengalahkan Malaysia, di laga kedua Grup G, kekuatan timnas Indonesia akan dijajal oleh Thailand. Pertandingan tersebut akan berlangsung di SUGBK, Selasa (10/9/2019).

"Kalau mau jujur, buat saya tak ada bedanya. Mau itu melawan Brasil, Inggris, atau itu Bhayangkara FC, kita harus menang," kata Simon dalam jumpa pers jelang pertandingan, Senin (9/9/2019).

Pemain Timnas Indonesia Osas Saha mengikuti sesi latihan resmi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2019). Latihan tersebut untuk persiapan melawan Timnas Thailand pada Selasa (10/9), dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G zona Asia. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama.

Senada dengan sang pelatih, Kapten timnas Indonesia Andritany Ardhiyasa menganggap Thailand sama seperti Malaysia. Yang membedakan yakni mental saat melakoni pertandingan di lapangan.

"Tak berbeda yah (Thailand). Seandainya itu melawan Malaysia ataupun Brasil, tapi secara psikologis yah. Sebagai pemain kita harus menjaga mental, mau itu melawan Brasil, Inggris, dan Malaysia, bagi kami sama saja," pungkasnya.

Load More