Suara.com - Gelandang Arsenal, Henrikh Mkhtaryan membeberkan alasannya tertarik untuk meninggalkan Arsenal ke AS Roma. Menurutnya bermain di Inggris sudah tidak senyaman dulu dan ingin segera meninggalkan klub di musim baru.
Kapten Timnas Armenia itu resmi ke AS Roma dengan status pinjaman selama satu musim penuh hingga 2020 mendatang. Tak ada opsi yang menyebutkan jika AS Roma bisa membeli gelandang berusia 30 tahun itu secara permanen pada bursa transfer musim 2020.
Giallorossi harus merogoh kocek sebesar 3 juta euro atau setara Rp 46 miliar untuk mendatangkan mantan pemain Manchester United tersebut.
Resmi bermain di Italia, Mkhitaryan mengaku sangat ingin meninggalkan Arsenal. Menurutnya, di Inggris tak ada hal yang membuatnya senang selama ini dan tak bisa menikmati sepak bola.
"Saya harus menikmati saat bermain sepak bola di mana pun tempatnya. Di inggris saya tak lagi merasa bahagia. Saya mendapat panggilan dari agen saya dan saya menginginkan itu (pindah dari Arsenal), karena itu adalah kesempatan yang baik bagi saya. Saya tak pernah berdiskusi soal biaya kepada agen saya," ungkapnya seperti laporan Mirror.
"Mungkin saya tak merasa cocok dengan sepak bola Inggris. Jadi saya pikir keputusan ini bagus. Bulan lalu saat di Arsenal saya merasa tak bahagia, jadi itulah alasan kenapa saya memilih (hengkang) ke Roma dan bahagia untuk mendapatkan kesenangan bermain sepak bola," tutunya.
Mkhitaryan mengaku siap dan fokus untuk di klub barunya saat ini. Dia menilai hal itu adalah langkah yang bagus karena sepak bola cukup baik berkembang di ibu kota Italia.
"Saya ingin mengubah pandangan dan bagi saya kesempatan ini seukuran (dengan kapasitasnya saat ini)," pungkasnya.
Lebih lanjut, dilansir dari transfermarkt, Mkhitaryan masih memiliki kontrak bersama Arsenal hingga 2021 mendatang.
Baca Juga: AS Roma Resmi Dapatkan Henrikh Mkhitaryan di Deadline Day
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis