Suara.com - Semen Padang bakal menjamu PSS Sleman dalam putaran kedua Liga 1 2019 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (13/9/2019) pukul 15.30 WIB. Untuk kedua kalinya, dua klub promosi Liga 2 2018 ini bertemu. Meski laga sebelumnya bermain imbang, tuan rumah diprediksi tak ingin mengulang hasil yang sama.
Duel bergengsi antara Semen Padang vs PSS Sleman akan segera tersaji di pekan ke-18 Liga 1 2019. Laga ini bakal jadi pembuktian klub promosi mana yang lebih baik di gelaran kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini.
Berikut lima fakta kedua tim jelang bersua di pekan ke-18 Liga 1.
1. Statistik PSS lebih unggul dibanding Semen Padang
Melihat dari 16 pertandingan yang telah dilalui skuat Kabau Sirah, statistik tim memang tak sebaik PSS Sleman. Irsyad Maulana dan kawan-kawan harus menerima kenyataan saat ini masih menjadi juru kunci klasemen sementara Liga 1 2019 dengan raihan 11 poin.
Sedangkan skuat Super Elja berada di peringkat tujuh dengan koleksi 24 poin.
2. Sama-sama mengoleksi hasil yang sama di lima laga terakhir
Ada hal menarik jika melihat dari lima pertandingan terakhir kedua tim di gelaran Liga 1 2019. Dikutip dari Flashscore, baik PSS dan Semen Padang sama-sama mengemas dua kali kalah, satu kali seri dan dua kali menang.
3. PSS Sleman tak diperkuat pemain pilarnya
Baca Juga: Semen Padang Lepas Dua Pemain Asing Jelang Putaran Kedua
Semen Padang berpeluang mengalahkan Super Elja di pertemuan keduanya. Hal itu menyusul kabar jika sejumlahnpemain pilar PSS harus absen. Di antaranya, Brian Ferreira dan Kushedya Hari Yudo. Bahkan sejumlah penggawa yang biasa tampil sebagai starter, yakni, Bagus Nirwanto, Purwaka Yudi dan Dave Mustaine juga diprediksi tak dimainkan Seto Nurdiantoro.
4. Super Elja berhasil mengandaskan Semen Padang di laga final Liga 2
Meski baru bertemu sekali di gelaran Liga 1, sejatinya kedua tim sempat berhadapan di puncak play-off Liga 2 2018. Kala itu PSS Sleman sukses menundukkan Semen Padang dengan skor 2-0 sehingga keluar sebagai juara Liga 2 2018.
Sedangkan saat berhadapan di Liga 1 2019, Semen Padang hanya mampu bermain imbang dengan PSS Sleman. Sebenarnya skuat Kabau Sirah bisa saja menang lantaran lebih dulu unggul 1-0 di babak pertama. Sayang, salah seorang beknya dinilai melakukan pelanggaran di kotak penalti pada babak dua dan memupuskan harapan untuk menang.
Brian Ferreira yang menjadi eksekutor, sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 hingga pertandingan usai.
5. Semen Padang unggul di kandang
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
Lionel Scaloni Puji Setinggi Langit Julian Alvarez, Sebut Penyerang Idaman Setiap Pelatih
-
Juventus Optimis Bisa Gaet Alisson Becker dari Liverpool
-
Digelontor 3 Gol Lawan Bhayangkara FC, Mauricio Souza Parkir Cyrus Margono?
-
Dikritik Pengamat Tak Bisa Main, Pelatih Brasil Pasang Badan untuk Shayne Pattynama
-
Kalahkan Vietnam 3-2, Timnas Indonesia Lolos ke Final Piala AFF Futsal 2026
-
Marc Klok Kirim Psywar Jelang Persib Bandung Lawan Bali United, Apa Itu?
-
Bernardo Tavares: Tekanan Ada di Persija, Mereka 3 Kali Tanpa Kemenangan
-
Lolos ke Final AFF 2026, Timnas Futsal Indonesia Ukir Rekor 4 Kali Beruntun
-
LaLiga Buka Peluang Main di Maroko, Javier Tebas: Mengapa Tidak?