Suara.com - Striker Atletico Madrid, Alvaro Morata, memiliki satu penyesalan dalam kariernya. Adalah saat memutuskan berseragam Chelsea di Liga Primer Inggris.
Morata bergabung ke Chelsea pada bursa transfer musim panas 2017. Ketika itu, ia didatangkan untuk menggantikan peran striker The Blues sebelumnya, Diego Costa.
Namun, karier Morata di Chelsea berjalan tidak mulus. Selama satu setengah musim, ia hanya mengemas 24 gol dan enam assist dari 74 pertandingan. Kondisi itu membuat Morata akhirnya dilepas ke Atletico Madrid.
Masa-masa tersebut menjadi periode sulit bagi Morata. Tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga keluarga. Akan tetapi, sejak bergabung Atletico Madrid, striker asal Spanyol itu kembali menemukan kebahagiaannya.
"Saya dan keluarga datang dari masa yang sangat buruk di London. Di sini kami mendapatkan kembali kebahagiaan kami," ujar Morata, dikutip dari Sports Mole.
"Meskipun banyak orang mungkin tidak percaya, kami menghabiskan empat atau lima musim panas ingin datang ke Atletico. Saya sangat senang," tuturnya menambahkan.
Setelah kembali ke Atletico Madrid, Morata perlahan kembali menemukan ketajamannya. Pada musim 2018/2019, ia menyumbangkan enam gol dari 15 laga. Sementara pada musim ini, ia telah mencetak satu gol dari tiga laga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Percaya Diri Tinggi, Ramon Tanque Optimis Raih Kemenangan Lawan Persebaya Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
-
Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Tertantang Gabung Tim Super League Terancam Degradasi
-
Aman di Tengah Perang AS-Iran, Dewa United Tetap Bisa Tampil di AFC Challange League
-
Dipanggil Timnas Indonesia U-20, Tiga Pemain Muda Persib Bandung Siap Kerja Keras
-
Jay Idzes Bongkar Fanatisme Suporter Timnas Indonesia, Jadi Energi Tambahan
-
Kata-kata Berkelas Justin Hubner Usai Cetak Gol ke Gawang Nijmegen
-
Masih Ingat Djibril Cisse? Anaknya Kini Jadi Kapten Liverpool U-18 dan Beda Kewarganegaraan