Suara.com - Pemain senior Bhayangkara FC, Indra Kahfi, mengatakan duel timnya kontra Tira-Persikabo akan berlangsung menarik. Indra mengibaratkan pertandingan itu bak duel kakak vs adik.
Sebagaimana diketahui, Bhayangkara FC banyak diperkuat oleh anggota Polri. Sementara Tira-Persikabo, sebagian besar pemainnya merupakan anggota TNI. Tak ayal, laga itu pun disebut sebagai derby aparat.
Pertandingan antara kedua tim ini akan berlangsung di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Sabtu (19/10/2019). Meski bermain di markas Bhayangkara, Tira-Persikabo bertindak sebagai tuan rumah.
Tira-Persikabo terpaksa menggelar laga di Stadion PTIK karena tidak mendapat izin untuk menggelar pertandingan di kandang mereka di Stadion Pakansari, Bogor.
"Besok ini bisa dibilang pertandingan kakak adik karena TNI dan Polri, kan. Tapi kita tidak mau kalah pastinya, begitu juga dengan mereka," kata Indra Kahfi dalam jumpa pers jelang pertandingan, Jumat (18/10/2019).
"Untungnya kita bisa main di lapangan sendiri dan ini harus kita manfaatkan untuk bisa meraih tiga poin," tambah kakak dari penjaga gawang Persija Jakarta Andritany Ardhiyasa itu.
Pada laga ini, kedua tim sama-sama membidik kemenangan. Sebagaimana diketahui, Bhayangkara FC gagal memetik kemenangan di tiga laga terakhir mereka. Sementara Tira-Persikabo, belum meraih kemenangan di lima pertandingan terakhir.
Saat ini, Bhayangkara FC ada pada posisi 11 klasemen Liga 1 2019 dengan 24 poin dari 22 laga. Sementara Tira-Persikabo ada pada peringkat empat dengan 36 poin.
Baca Juga: Bhayangkara FC Siap Ladeni Tira-Persikabo, Munster Bidik Tiga Poin
Berita Terkait
-
Paul Munster Resmi Bertahan di Bhayangkara FC, Siap Bangun Tim Lebih Garang Musim Depan
-
Kemenangan Jadi Harga Mati Bali United, Kado Penutup untuk Semeton Dewata
-
Buka Suara soal Dugaan Rasisme, Henry Doumbia: Saya Yakin dengan Apa yang Saya Dengar
-
Babak Baru Dugaan Rasisme Marc Klok, Laporan Wasit Malaysia Justru Ungkap Fakta Ini
-
Bojan Hodak Murka! Desak Bhayangkara FC Minta Maaf ke Marc Klok Soal Tuduhan Rasisme
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey