Suara.com - Direktur Teknik PSSI, Danurwindo menerima kritik manajer pelatih timnas Shin Tae-Yong yang menilai kualitas lapangan Stadion Wibawa Mukti di Cikarang Timur, Jawa Barat, tidak begitu baik.
"Saya sudah berbicara dengan Shin terkait lapangan. Dia mengatakan bahwa lapangan sebenarnya bagus tetapi masih kurang rata," kata Danurwindo seperti dilansir Antara.
Stadion Wibawa Mukti digunakan untuk seleksi pemain timnas U-19 pada 13-17 Januari 2020. Danurwindo menilai kritik Shin Tae-Yong itu masuk akal.
Sebagai pelatih yang berpengalaman, menangani timnas Korea Selatan pada Piala Dunia U-20 2017 dan Piala Dunia 2018, Shin menilai kualitas tim tergantung kepada kualitas lapangan yang digunakan baik untuk berlatih maupun berlaga.
Danurwindo menyebut kondisi lapangan yang buruk jarang ditemukan Shin di negara asalnya, Korea Selatan.
"Shin membandingkan lapangan di Korea Selatan dengan di sini. Di sana, kan, lapangannya first class semua," kata dia.
Pandangan Shin pada akhirnya menyadarkan bahwa jika ingin meningkatkan prestasi timnas, sebuah negara harus mempertinggi kualitas semua faktor pendukung termasuk lapangan.
"Bagaimana pun juga, namanya untuk timnas, lapangannya memang harus kelas satu," kata Danurwindo.
Kritik kualitas lapangan Stadion Wibawa Mukti disampaikan Shin Tae-Yong Senin pekan ini atau pada hari pertama seleksi pemain timnas U-19.
Baca Juga: 5 Berita Hits Bola: Shin Tae-yong Akan Terapkan Strategi Ini di Timnas U-19
Shin menilai kualitas lapangan tidak ideal membuat para pemain rentan cedera. "Para pemain harus berhati-hati berlatih di sini," kata Shin
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
-
Erick Thohir Apresiasi Timnas Putri usai Juara AFF Women's Cup 2026
-
Shin Tae-yong Buka Suara soal Hukuman Berat KFA: Ada Banyak Hal yang Tidak Adil
-
Shin Tae-yong Blak-blakan Persija Belum Ideal Jelang Piala Presiden 2026
-
Shin Tae-yong Dilaporkan Kena Sanksi Berat KFA Terkait Dugaan Tindak Kekerasan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi
-
Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia
-
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang
-
Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus
-
Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan