Suara.com - Bhayangkara FC sempat mengajukan surat protes ke operator liga perihal jadwal yang dianggap merugikan klub karena harus menjalani laga luar kandang (away) di partai pembuka dan penutup Liga 1 2020.
"Saya kemarin mengajukan protes untuk perubahan terkait away pertama dan pekan ke-34 juga away, sehingga kemarin saya protes. Kalau pertama luar kandang, terakhir harus kandang lah, jadi biar netral lah," ujar Chief Operating Officer Bhayangkara FC Sumardji di PTIK, Jakarta, Senin (24/2/2020).
Dalam draft jadwal terbaru Bhayangkara FC akan bertandang terlebih dulu ke ujung barat melawan Persiraja Banda Aceh pada 29 Februari. Sementara pada draft pertama sebelum revisi The Guardian menjamu Persiraja di PTIK.
Pada laga pekan kedua, Saddil Ramdani dan kawan-kawan juga langsung terbang ke Kediri melawan Persik pada 6 Maret mendatang. Pada laga penutup berdasarkan jadwal revisi yang diterima Sumardji, Bhayangkara bakal melakoni laga luar kandang di akhir kompetisi.
Maka dari itu, manajemen Bhayangkara meminta kepada PT LIB untuk kembali menyesuaikan jadwal agar tidak ada pihak yang dirugikan.
"Jadi jadwal jangan dibebani sama kita semua lah, jangan luar kandang terus," kata dia.
Disinggung mengenai kedalaman skuat saat ini, Sumardji mengatakan bahwa label tim bertabur bintang tak membuat Bhayangkara terbebani. The Guardian justru semakin terpacu untuk bisa kembali menjuarai liga 1 seperti tahun 2017 lalu.
"Saya dari dulu mengelola dengan hati. Kami ajak satu per satu pemain bicara dari hati ke hati. Kami semua senang, tidak jadi beban. Insya Allah," katanya seperti dimuat Antara.
Baca Juga: Kapolri Wanti-wanti Bhayangkara FC Tak Terlibat Match Fixing
Berita Terkait
-
Ranking FIFA Jadi Taruhan! Sumardji Minta Timnas Indonesia Hajar Mozambik di GBK
-
Popularitas Timnas Indonesia Menurun, John Herdman Diminta Benahi 'Kekacauan' Pasca Kluivert
-
Paul Munster Resmi Bertahan di Bhayangkara FC, Siap Bangun Tim Lebih Garang Musim Depan
-
Kemenangan Jadi Harga Mati Bali United, Kado Penutup untuk Semeton Dewata
-
Buka Suara soal Dugaan Rasisme, Henry Doumbia: Saya Yakin dengan Apa yang Saya Dengar
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Data dan Fakta usai Brasil Hajar Jepang: Rekor Casemiro hingga Kutukan Samurai Biru
-
Marcos Llorente Bongkar Cara Spanyol Kalahkan Austria: Kasih Saja Bola ke Lamine Yamal
-
Magis Carlo Ancelotti! Ketenangannya Selamatkan Brasil dari Aib Terburuk di Piala Dunia 2026
-
Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026
-
Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia
-
Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis
-
Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun
-
Mariano Peralta Pilih Persib Dibanding Persija karena Ingin Tampil di Asia?
-
Martinelli: Kami Percaya Diri karena Carlo Ancelotti Bersikap Tenang di Pinggir Lapangan
-
DPR RI Setujui Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery! Selangkah Lagi Bela Timnas Indonesia