Suara.com - Pertandingan Ligue 1 antara Strasbourg dan Paris Saint-Germain yang seharusnya digelar Sabtu (7/3/2020) ini, ditunda karena kekhawatiran wabah virus corona.
Ligue de Football Professionnel (LFP) telah mengkonfirmasi pada hari Jumat (6/3/2020) bahwa pertandingan tersebut ditunda mengikuti saran dari otoritas setempat.
Meski demikian, belum ada keterangan pasti tanggal baru untuk pertandingan Strasbourg dan Paris Saint-Germain digelar, dimana ini adalah pertandingan pertama yang ditunda.
Keputusan ini datang tiga hari setelah menteri olahraga Roxana Maracineanu menyatakan, beberapa pertandingan Ligue 1 tidak akan terpengaruh dengan langkah-langkah memerangi wabah virus corona atau covid-19 ini.
Namun dia memberikan indikasi bahwa leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara PSG dan Borussia Dortmund berpeluang dimainkan tertutup atau tanpa penonton.
Seperti dilansir Foxsports, sudah ada 420 kasus virus corona terkonfirmasi di Prancis. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ini adalah tertinggi ketiga di negara Eropa, setelah Jerman dan Italia.
Pelatih PSG Thomas Tuchel pun angkat suara dengan merebaknya wabah virus. "Secara pribadi, saya tidak takut tetapi saya tidak nyaman. Ini mengkhawatirkan," ungkapnya.
"Saya harap kami melakukan segala yang kami bisa untuk melindungi para pemain dengan berhati-hati. Jelas kami tahu bahwa di Italia, permainan dimainkan tanpa penonton."
"Di Swiss saya pikir mereka tidak bermain sama sekali. Saya akan mengatakan berita seperti itu membuat saya tidak nyaman," pungkas Thomas Tuchel.
Baca Juga: 5 Berita Hits Bola: Wabah Virus Corona, Mantan Pemain Liverpool Dikarantina
Berita Terkait
-
Liverpool Siapkan Tawaran untuk Bradley Barcola, PSG Dikabarkan Bidik Pengganti
-
1248 Pemain di Piala Dunia 2026: Manchester City Penyumbang Terbanyak di 12 Negara
-
Lepas Bek Layvin Kurzawa, Persib Bandung Ucap Pesan Menyentuh
-
Olivier Giroud Segera Perpanjang Kontrak di Lille, Siap Tampil di Liga Champions Musim Depan
-
Pierre Sage ke Crystal Palace, Sinyal Kuat Manajer Terbaik Ligue 1 Hijrah ke London
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Bahlil Rem Ekspor Batu Bara, Ekonomi Daerah Terancam Tak Lagi Membara
-
Sosok Pemotor Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Terungkap, Ini Penjelasan Polisi
-
Lima Korban KMP Mutiara Sentosa II Teridentifikasi, DVI Pastikan Bukan Tewas Terbakar
-
23 Ide Hadiah Lomba 17 Agustus untuk Bapak-Bapak, Murah dan Pasti Kepakai
-
Hujan Deras Guyur Pakansari, Pertanda Timnas Indonesia Hujani Vietnam dengan Banyak Gol?
-
Dedi Kusnandar: Persib Bandung Siap Hadapi Persija di Semifinal Piala Presiden 2026
-
Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?
-
Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Melambat di Triwulan II 2026
-
Wanita Tewas Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi Ternyata Mantan Istri Polisi, Apa Motifnya?
-
Kerja Keras Tahan Rupiah Melemah, Gimana Kondisi Cadangan Devisa